BundaInBiz, Bukan Bunda Biasa yang Berani Bekerja dari Rumah dan Belajar Bisnis!

  UpComing Event!!
Rafayra.com

  Menu
  Copy Paste
Link to BundaInBiz




Bukan Bunda Biasa ... Bukan Bunda Biasa ... Bukan Bunda Biasa ... Bukan Bunda Biasa ...
Wednesday, July 06, 2005
BundaInBiz: Mia Gofar & IndiePerle
Mia Yusmita Gofar
Ingolstadt, Germany
Website: IndiePerle dan Mia's Web,

Bisnis yang dijalankan saat ini: Handmade bead accesories

Mengapa memilih bisnis ini?
Pada dasarnya saya memang suka asesori, dan selain itu dari kecil memang tertarik sama yang namanya pekerjaan tangan. Mulai dari kristik sampai mayet ya hayuk aja..makanya pas udah agak ‚tua’, selera beralih ke kristal dan kepikiran untuk mulai bikin jewelry dengan bahan kristal beads. Kalau dari segi dagangnya, yang jelas kalau asesori itu bisa masuk target market mana aja. Rata-rata perempuan suka asesori, tergantung gimana kita ‚ngolah’ nya dan material dasarnya.

Bisa diceritain, gimana cara memulai bisnis ini?
Mulainya sekitar 2002. Sebenarnya saya mulainya dari asesori untuk anak-anak, dari material yang murah-meriah. Akhirnya market berubah, bukan lagi anak-anak, tapi orang tuanya. Dan saya beralih ke glass beads dan kristal beads. Kemudian saya kontak teman yang sebelumnya juga sudah partner di bidang usaha yang lain di Jakarta, Farah dan Yusi, dan kita sepakat untuk mengalihkan usaha bareng kita ke Handmade Bead Accesories.. Jadilah Indieperle.

Apa aja sih yang harus disiapkan untuk memulai bisnis ini?
Gak banyak. Cuma butuh kepercayaan diri, dan sedikit dana untuk eksperimen dan mengembangkan diri. Karena produk yang kita tawarkan adalah merupakan hasil karya yang bisa dibilang sebagai ‘seni’ yang digunakan untuk menambah kecantikan penampilan pemakainya, maka yang utama adalah ‘sense of beauty’ atau ‘sense of colour’ dari kita sendiri selaku pendesain. Selain itu adalah kemampuan untuk membaca selera pasar dan memadukannya dengan selera kita.

Bisa kasih gambaran, berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai?
Agak sulit ya…Karena semuanya tergantung dari seberapa besar kita mau memulai usahanya.

Bagaimana cara menentukan profit margin dari bisnis ini?

Saya gak bisa share disini ya, karena pertimbangannya bukan cuma material digunakan, tetapi juga waktu dan ide dari desain itu sendiri. Yang jelas tergantung kompleksitas desain dan berapa lama waktu yang dibutuhin sampai pproduk jadi. Dan juga tergantung daya beli pasar. Untuk desain-desain yang rumit yang membutuhkan banyak waktu dan tenaga biasanya kita beri value lebih.

Kesulitan atau tantangan apa yang harus dihadapi dalam menjalankan bisnis ini?

Sama seperti jenis usaha lain, yang sulit adalah menyenangkan calon pembeli. J
Terutama dari segi harga. Kadang harga dari kita dibilang ‚mahal’. Padahal kalau mereka mau mikir sedikit, that’s the price for what it’s worth. Sementara kalau pas nemu calon pembeli yang jalan-jalannya di mall, mereka mempertanyakan kualitas barang kita, karena harga kita ‘miring’.
Tantangan lainnya yaitu karena kita adalah bisnis rumahan maka segala urusan mulai dari hunting barang, cari ide desain, quality control sampai urusan administrasi penjualan ya kita yang urus semuanya.

Apa keuntungan yang dirasakan (selain laba tentunya) dalam menjalankan bisnis ini?
Yang jelas percaya diri nambah. Teman nambah. Ilmu nambah. Dan saya selalu terpacu untuk melakukan lebih banyak eksperimen dengan material baru untuk ngedapatin ‚keindahan’ yang lain.

Ada tips khusus tentang bagaimana membagi waktu antara ngebisnis dan keluarga?
Saya gak punya tips khusus. Rasanya sama aja dengan moms lain yang juga punya usaha di rumah.
Yang jelas keluarga adalah utama. Biasanya saya mengerjakan proyek-proyek jewelry ini malam hari, pas anak-anak udah tidur, dan week end, kalau pas kita gak pergi jalan-jalan. Dan yang jelas pengertian dan dukungan partner di rumah dalam hal ini adalah suami amat sangat penting. Biasanya dalam mengerjakan proyek-2 yang gak bisa kepotong atau pas kebetulan lagi banyak pesenan, saya kerjain di hari Sabtu-Minggu dimana suami ada di rumah dan bisa ngebantuin ngejagain anak-anak.

Bagaimana cara memberikan nilai tambah pada bisnis ini, untuk membedakan dari kompetitor sejenis?
Kita kasih free ‘after sales’ service. Kita memahami bahwa produk kita adalah ‘delicate’, apalagi target market kita adalah ibu-ibu yang rata-rata punya anak kecil, sehingga kemungkinan gelang atau kalungnya rusak ditarik anaknnya sangat besar. Sehingga bila sewaktu-waktu produk yang dibeli dari indieperle rusak secara teknis (bukan beadsnya baret atau apa) bisa kita perbaiki, free of charge.
Dan juga dari segi pilihan material. Karena saya sendiri tinggal di Eropa, akses saya untuk ngedapatin beads cantik dari Eropa relatif mudah sehingga pilihan material kita beragam, mulai dari Bali sterling silver beads, beads dari India, beads dari China, Beads Swarovski, Bohemian dan Czech glass beads hingga ke ribuan bunganya Milefiore dari Venezia juga ada, dan tekniknya pun beragam, termasuk diantaranya jewelry dari kawat. Jadi kita berani bilang, bahwa produk kita unik, diliat dari materialnya dan tekniknya.

Apa jenis promosi yang dipergunakan?
Web site: Indieperle
Words of mouth
Milist, email dan blog.
Dan sejak 2005, indieperle sudah mengeluarkan Katalog dalam bentuk .pdf yang akan diberikan kepada calon agentnya untuk pemasaran di mana saja. Insya Allah Katalog ini umurnya 4 bulanan. Dan sekarang saya lagi siapin katalog ke-2 di tahun 2005.
Publikasi lain, lewat buku ataupun majalah.

Apa yang menjadi target berikutnya dalam menjalankan bisnis ini?
Untuk dalam negeri (red: Jakarta) indieperle lagi siapin show room untuk ruang pamer produk indieperle, dan mudah2an segera terwujud dalam jangka waktu dekat counter ‘indieperle’.
Untuk luar negeri: Saya sedang mempersiapkan untuk lebih memperluas penjualan indieperle di luar Indonesia.

Silahkan tambahkan hal lain; tips & trik, pengalaman menarik, contoh produk dan daftar harga misalnya.

Yang saya pelajari selama ngejalanin bisnis ini adalah bahwa kita gak bisa setengah-setengah ngejalaninnya. Keberhasilan satu point, artinya semakin besar beban dan tanggung jawab kita untuk menghasilkan yang lebih baik untuk meraih keberhasilan berikutnya. Jangan terlena di satu titik keberhasilan.
Komunikasi dan saling percaya dengan partner serta saling menyamakan visi, itu yang utama.
Jangan cuma terpaku pada menjual produk. Lakukan sekaligus pembentukan ‚image’ dari produk.
Susun strategi kerjasama yang baik dengan para sales person. Kalau perlu beri insentif lebih untuk setiap tahapan keberhasilan penjualan.
Beri insentif lebih untuk pembeli yang telah membeli banyak produk kita sebagai penghargaan atas kepercayaan mereka kepada produk kita.
Percaya diri.
posted by BundaInBiz 9:58 AM  
 

Cari Artikel BundaInBiz, Work At Home and Business Lainnya Disini:
Google
 
Web www.bundainbiz.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Links
Daftar Newsletter
GRATIS!
Newsletter Serba Serbi
Bekerja dari Rumah! 
Email:
Name:
The MOMDERATORS