BundaInBiz, Bukan Bunda Biasa yang Berani Bekerja dari Rumah dan Belajar Bisnis!

  UpComing Event!!
Rafayra.com

  Menu
  Copy Paste
Link to BundaInBiz




Bukan Bunda Biasa ... Bukan Bunda Biasa ... Bukan Bunda Biasa ... Bukan Bunda Biasa ...
Tuesday, July 19, 2005
Partner Bisnis
Dalam memulai sebuah bisnis biasanya ada faktor biaya atau modal yang kurang (banyak) yang menjadi pertimbangan. Solusinya sebetulnya bisa beragam. Pinjaman bank, tabungan, dan masih banyak lagi. Yang juga bisa menjadi alternatif adalah mencari rekan yang mau menanamkan modalnya, kita tinggal menghitung persentasinya dan ia tinggal menerima laporan serta pembagian keuntungan sesuai perjanjian. Mudah bukan?

Untuk saya, ternyata tidak semudah itu. Saat timbul sebuah ide bisnis, saya sering juga merasakan beberapa kendala -- selain modal -- seperti tidak ada waktu lagi, tidak punya pengetahuan tentang perencanaan keuangan secara detail atau tidak punya pengetahuan tentang pelaksanaan ide (contoh; saat saya ingin punya bisnis baju muslimah misalnya, saya sama sekali tidak tau cara bikin pola dan menjahit).

Saat inilah saya merasakan perlunya seorang partner bisnis untuk bersama-sama menjalankan ide bisnis yang telah ada. Partner dalam arti yang sejajar dimana ia bukan hanya sebagai salah satu pemilik modal. Mungkin anda juga pernah berada dalam situasi ini dan menginginkan hal yang sama.

Partner bisnis dalam kapasitas yang kita bicarakan saat ini adalah seorang rekan kerja yang bisa menjalankan sebuah ide bisnis bersama-sama, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing yang saling melengkapi, tanpa mempedulikan dari siapa ide bisnis itu berasal.

Memilih (atau dipilih menjadi) seorang partner bisnis memang bukan urusan yang mudah. Banyak hal yang harus menjadi pertimbangan anda. Setiap orang pasti mempunyai kriteria yang berbeda-beda. Namun bila coba dirangkum maka hal ini kan terbagi menjadi:

Dari segi keahlian.
Pilih partner bisnis yang mempunyai keahlian lebih yang berbeda dari anda. Misalnya: mengerti akutansi, pembukuan, disain, dll.

Dari segi pengalaman.
Tentu akan berbeda menjalankan sebuah bisnis dengan rekan yang pernah dan yang belum sama sekali berbisnis. Begitu juga bekerja sama dengan rekan yang pernah berbisnis namun dibidang yang berbeda. Hal ini bukanlah hambatan tentunya, hanya saja tantangannya tentu akan berbeda dan sebetulnya bisa menjadi sebuah peluang untuk melihat dan menjalankan konsep bisnis anda dari sudut pandang yang baru.

Dari segi modal.
Kedua partner bisnis bisa menanamkan modal dengan jumlah yang sama namun bisa juga berbeda. Perbedaan jumlah tentunya akan menyebabkan pembagian keuntungan bersih yang berbeda pula. Asalkan hal ini sudah disepakati dari awal dan lebih baik lagi bila tertulis dalam sebuah perjanjian, bukanlah masalah. Namun bila memang anda menjalankan bisnis ini hanya bekerja berdua dengan sang partner, maka pembagian juga harus didasarkan pada besarnya lingkup kerja dan tanggung jawab masing-masing serta bagaimana anda berdua (atau lebih) saling memberikan penilaian terhadap kerja partnernya. Sekali lagi, akan sangat baik apabila penilaian ini telah dibicarakan sejak sebelum mulai berbisnis.

Selain ketiga hal diatas, sebuah artikel berjudul Choosing A Business Partner oleh David Berghouse menyebutkan adanya kriteria-kriteria lain yang juga amat penting dalam memilih calon partner bisnis anda.

Yaitu, yang berhubungan dengan kepribadian dan sifat partner bisnis yang bersangkutan. Ini menjadi hal yang cukup krusial terutama bila bisnis anda menghadapi sebuah masalah, penurunan omzet, dll.

Memahami emosi dan sifat masing-masing akan menjadi isu lain yang cukup menantang. Karena ternyata, mempunyai mimpi dan goal yang sama belum cukup untuk menghadapi atau menghandle tantangan-tantangan yang mungkin muncul selama berjalannya bisnis.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah:

Cara kerja.
Ada partner bisnis yang cara kerjanya sangat sistematis namun ada juga yang agak asal-asalan dalam bekerja alias tidak punya sistematika kerja yang teratur dan rapi.

Kepercayaan.
Bagaimana anda menilai seorang partner bisnis dapat dipercaya? Cukup sulit dan memerlukan waktu yang tidak sebentar, salah satunya menyangkut berapa lama masa pengenalan anda berdua. Selain itu, rekomendasi dari rekan lain atau lingkungan sekitar yang bisa dipercaya pun bisa jadi salah satu masukan.

Hal penting lain yang dikemukakan oleh Berghouse adalah, anda pun harus realistis bahwa tidak ada yang sempurna sehingga perlu memberi kelonggaran terhadap adanya ketidaksempurnaan karena sejujurnya, mungkin, kitapun belum menjadi partner bisnis yang sempurna…at least, we’re trying ;-)
posted by BundaInBiz 5:44 AM  
 

Cari Artikel BundaInBiz, Work At Home and Business Lainnya Disini:
Google
 
Web www.bundainbiz.com

0 Comments:

Post a Comment

<< Home


Links
Daftar Newsletter
GRATIS!
Newsletter Serba Serbi
Bekerja dari Rumah! 
Email:
Name:
The MOMDERATORS