Terima kasih untuk Ibu Novrina yang telah mengirimkan artikel berikut ini berkaitan dengan enam langkah berbisnis makanan:
1. Pengenalan dan Penjajakan
Lakukan perkenalan serta penjajakan lingkungan sekitar secara kecil-kecilan, misalnya jenis makanan/kue apa yang akan ditawarkan dan digemari lingkungan, trend makanan saat ini yang digemari -- karena penjual biasanya mengikuti selera pasar.
Banyak langkah awal yang dimulai dari beragam jenis makanan, hingga akhirnya hanya ada satu jenis makanan yang di gemari oleh selera pasar, misalnya saja sus merdeka, brownies kukus amanda dan sebagainya.
2. Harus Enak
Setelah selera pasar kita pegang, langkah berikutnya adalah kwalitas rasa. Jangan ragu melakukan beberapa eksperimen agar rasa makanan/kue anda terus terjaga kelezatannya, tentu itu tidak terlepas dari bahan baku yang berkwalitas.
3. Tampilan Menarik
Rasa enak dan lezat tapi tampilan tidak menarik juga menghambat daya beli pelanggan lho. Ingat, pelanggan sebelum membeli pasti akan melihat dari penampilannya dulu, betapapun lezatnya makanan jika buruk cara penyajiannya tentu berakibat fatal.
4. Pelayanan
Pelanggan ada raja. ya, benar ini bukan cuma semboyan saja. Mungkin diantara kita pernah membeli makanan/kue yang lezat tapi pelayanannya buruk?! Jangan harap pelanggan akan kembali. Oleh karena itu beri pelayanan terbaik yang anda miliki. Banyak cara, antara lain, kwalitas, rasa, kebersihan, delivery tepat waktu, tunjukkan sikap simpatik, sapaan ramah, senyum tulus. Ini merupakan hukum bisnis dalam berinteraksi dengan pelanggan.
5. Lakukan Promosi
Banyak ragam untuk mempromosikan makanan/kue. Mulai dari menyebarkan brosur, kartu nama, memberikan sample gratis untuk dicoba dan satu lagi yang sangat berpengaruh yaitu promosi dari mulut ke mulut. Testimoni ini amat sangat efektif. Tapi jika tanpa dukungan brosur, kartu nama dan sebagainya tentu tidak mencerminkan profesionalisme bisnis yang baik.
6. Keuangan
Pemasukan dan pengeluaran dalam mengelola bisnis makanan/kue bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari cara yang paling konvesional yaitu di catat di buku/agenda maupun dengan pembukuan dengan cara mutakhir yaitu sistem komputer. Basicnya tetap sama yaitu catat baik-baik pemasukan dan pengeluaran dan jangan mencampur keuangan pribadi dengan bisnis yang anda kelola.
Novrina Diyanti A house wife & working mom owner of www.dhiandrabizz.com |
<< Home