Bakmi Patriot 17
Mudah-mudahan ini bukan sekali saja terjadi,
tepat Dua Bulan sudah, 17 Oktober 2006, Bakmi Patriot 17 dibuka,
omset Bakmi Patriot 17 mencapai apa yang seperti aku harapkan.
Apa ini suatu kebetulan saja, atau apa karena kurang pesaing dikarenakan banyak warung sekitar yang tutup ditinggal pemiliknya untuk mudik barang beberapa hari atau karena pelanggan tetap yang datang secara serempak di hari itu, atau karena hal lain?
We don’t know how a miracle comes to us, tapi yang pasti ini adalah Rejeki & Anugerah dari Allah SWT sebagai Kado Ulang Tahun Kedua Bulan Bakmi Patriot 17.
Adalah suatu kewajaran buat seorang pebisnis pemula seperti aku,
hampir setiap hari merasa deg-degan dengan omset yang terjadi saat di awal bulan sampai 1.5 bulan terakhir.
Akhirnya aku berpasrah diri, tak perlu banyak menghitung apa yang terjadi, berhitung omset yang masuk, berhitung biaya operasional yang keluar, berhitung biaya gaji untuk karyawan, berhitung biaya listrik, air, berpikir menurunkan expense dengan memutasi salah satu karyawan kebisnis yang lain.
Bisnis terkadang tak bisa diprediksi seperti hitung-hitungan yang aku jalani dikantor, uang masuk dipotong bank charge, dipotong PPh 23, dipotong back charge, & hasil nya harusnya sama.
Akal pikiranku mungkin seperti itu, tapi Allah punya hitungan Akutansi yang berbeda dari PerhitunganNya yang Maha Luas & Pemurah.
Perjalanan Bakmi Patriot 17 itu sendiripun tak terbayang olehku untuk dihadirkan dalam dunia kehidupan bisnis baruku.
Dia hadir dengan Ijin-Nya, aku yang tadinya berencana ingin membuka bisnis garmen walaupun dengan perencanaan yang matang, hitung modal awal, hitung pembelian manekin, hitung sewa tempat kalau perlu cari tempat yang gratis tapi cukup hanya bayar service charge & listriknya saja, hitung biaya 1 karyawan saja, semua disesuaikan isi kantong yang ada.
Namun apa yang terjadi? Hidupku berbelok arah ke bisnis makanan.
Tak terbayangkan sebelumnya bahwa aku harus berhadapan dengan bisnis seperti ini setelah berhari-hari cari lokasi kesana kemari seberapa jarakpun aku datangi tak mengenal siang panas maupun malam dingin menguliti tubuh kami berkendaraan roda dua & ternyata mendapatkannya didekat rumah.
Apa yang terpikir setelah menemukan lokasi berdagang.
Ya dagang, istilah itu terus terang sudah melekat sejak aku kecil karena ibuku memang seorang pedagang warung kopi & makanan disalah satu pinggiran jalan Kota Surabaya yang sering terkena razia bahkan rombong kami berjualanpun sering diangkut.
Namun demi kelanjutannya kehidupan kami tak menyurutkan semangat berdagang untuk terus berlanjut hingga kami siap terjun dikehidupan alam dewasa.
Perjalanan pahit, suka & duka membantu ibu berdagang sudah mendarah daging dalam kehidupan kami..,
ya sudahlah suatu saat nanti aku akan ceritakan masa-masa indahku diwaktu kecil.
Masa kanak2 & remajaku yang penuh suka cita & tempaan kehidupan.
Kembali ke Bakmi Patriot 17,
ya Alhamdullilah omset minimal yang telah kubuat di kolom excel perhitungan bisnisku telah tercapai tepat di 17 Oktober 2006,
dua bulan sejak 17 Agustus 2006 dibuka.
Ada senyum kemenangan dalam diri ketiga “Patriot”ku (baca : karyawan), senyum Patriot Srikandipun melebar (baca: Nur, nama karyawan) sambil melemparkan gumpalan kertas keatas seakan bersorak & mengatakan
“Bu, kemarin kita dapat ..”, sambil menunjukkan bon2 hasil penjualan.
Kedua Patriot (Udin & Ipung) tergambar wajah sumringah..
Grafik Bakmi Patriot 17 sudah mulai ada terbentuk,
grafik detak jantung itu mulai merambat membentuk skala tabel aktifnya bak sebuah gunung yang akan meletus.
Lompat signifikan ingin diraih dalam waktu yang signifikan pula.
Semoga!
Banyak persiapan & perubahan telah aku jalani dalam menimang “bayi”ku ini.
Ingin instat, aku coba memberikannya beberapa “vitamin” & “sounding” yang bisa didengar & dilihat secara offline & online.
Secara online, aku “sounding” & berikan dia “rumah maya” nan indah di http://bakmipatriot17.com,
secara offline, aku “sounding” dia dengan brosur-brosur yang kami sebarkan dibeberapa perumahan, sekolah, warnet, perempatan lampu merah, perkantoran, pabrik, ke beberapa kios saat aku sedang beli sesuatu, ke teman2 dekat, teman2 kantor, ke tempat2 berkumpul, kemana aja.
Akupun merubah “sounding” spanduknya yang cukup mungil & malu2 itu, kini dengan spanduk kuning bertulisan merah n hitam berukuran jumbo, kupasangkan didepan rumahnya di Jl. Raya Ciracas Dekat Pemadam, Depan Taman, Ciracas, Jakarta Timur.
Dan demi memanjakan pembeli, aku berikan kebebasan dia bermain mengantarkan pesanan pelanggan dengan menghubungi
Call Centre Delivery Order (Free Service Delivery) : +6221-68766399.
Bakmi Patriot 17 ingin memberikan pelayanan terbaik & kepuasan dari cita rasa bakmi, masakan & minumannya.
Secara akutansi, bisnisku masih membutuhkan subsidi yang kuambil dari TDB untuk TDA.
Tak pelak, sekian tahun aku hidup dari TDB bermanja-manja
di Ramadhan & Lebaran sebelum2nya,
kini tahun ini aku sudah berani mengambil keputusan dalam hidupku untuk mulai berbisnis yang menurut kacamata hidupku,
inilah bisnis yang banyak menguras tenaga, materi, & waktuku.
Benar-benar suatu perjuangan yang butuh samudra kesabaran, keuletan, serta sedalam-dalamnya tawakal.
Karena tahun ini adalah Tahun BERBAGI dalam sejarah hidupku.
Kini omset yang dicapai sudah sangat aku syukuri, senyum patriot2ku adalah senyumku juga..
kepuasan bathin yang tak ternilai.
Bagaimana perjalananku hingga aku bertemu dengan Sang Koki
yang tak lain adalah salah satu dari “Patriot” (baca Pejuang bisnis)
dari Bakmi Patriot 17.
I’ll be right back, don’t go away, stay in tune on my Reality Blog.



