Berkawan dengan Pelanggan

annisa wardani

annisa wardani

Berkawan dengan Pelanggan: Little Things Mean a Lot :)

Beberapa waktu lalu, bertepatan dengan momen ulang tahun saya,
sembari refreshing dan memenuhi kerinduan nostalgia Old Times..
Suami mengajak saya ke sebuah resto-cafe
dengan suguhan Live Music.
Sebuah resto baru yang tidak terlalu jauh dari kompleks rumah.

Resto itu belum genap dua bulan berdiri,
namun cukup menarik perhatian kami.
Dinding kaca beningnya memungkinkan pengendara
dan pengunjung dari luar bisa mengintip suguhan live music
dan hangatnya suasana di dalam cafe.

Sepulangnya dari sana, kesan saya…
sebuah resto cafe semi-keluarga yang membuat saya terkesan.
Bukan dari suguhan makanannya.
Bukan dari musiknya.
Saya hanya mencoba satu porsi steak tenderloin dan standard french fries – hmm..
Sausnya sih harus saya akui memang lumayan..,
agak berbeda dengan saus steak yang banyak disuguhkan di tempat lain yang menyuguhkan menu steak pada umumnya.
Sementara grup band yang sedang show malam itu pun juga cukup energik, menampilkan kualitas dan kekompakan vokal standard band cafe.

Di luar itu semua, saya mencatat satu hal unik
Apalagi ketika teringat kembali saat berakhirnya sesi pertama Live Music yang menyisakan 30 menit break sebelum dimulainya kembali sesi kedua.
Tiba-tiba salah satu anggota band mendekati meja kami dan menyapa ramah, disertai senyuman tegur sapa dengan sedikit bertanya sana-sini..

Sama sekali tidak berkesan “maksa” maupun sok akrab.
Natural sekali. Layaknya teman baru ingin berkenalan.
Berbarengan dengan aura ramah dan “homy” yang spontan saya rasakan saat itu juga, dalam hati saya berkata,..
“Wah,.. ramah sekali”
:)
Serasa di rumah sendiri!

Coba kalau di kafe-kafe lain juga seperti ini.
Pasti deh saya bakal ketagihan dan balik lagi for some more (fun)… :)
Bagaimana tidak, hanya dengan disapa seperti itu,
saya merasa penting, diperhatikan
(Hehe.. Narsis-kah saya?)
Merasa at home gitu lho..

Selidik punya selidik, saya perhatikan meja-meja lain
tidak jauh dari tempat saya berada.
Ternyata meja-meja pengunjung lainnya juga cukup ‘meriah’
oleh tegur sapa spontan dari para anggota band.

Malah saya sempat lihat sang penyanyi dengan spontan bersalaman
dengan salah satu pengunjung –sepertinya sambil melontarkan joke kecil yang akhirnya membuat mereka sedikit tertawa terbahak-bahak terbawa suasana hangat nan ramah itu. Atau setidaknya mungkin justru saya-lah yang terbawa suasana itu..

Benar-benar sebuah Customer Touch yang elegan.

Mulai dari waiter, waitress sampai dengan anggota band yang sedang show pun, diwajibkan ‘berlenggang’ ramah dengan tamu,
just to make them feel at home.
Tidak buruk sama sekali, bukan?
Terbukti manjur membuat pengunjung betah:)
Salah satu contohnya, saya… He..he..

Setidaknya saya bisa dengan sangat mudah rekomendasikan kafe ini ke teman-teman saya.

Kesimpulan yang ingin saya share di sini;
bahwa seringkali tidak perlu usaha muluk-muluk
hanya untuk membuktikan bahwa Anda peduli pelanggan Anda.
Hal-hal kecil makes a big difference, lho.

Seperti memberikan senyum tulus,
menjawab telepon pelanggan dengan nada ramah dan bersahabat,
menyegerakan respon,
sampai dengan ketulusan dalam memberikan pernyataan maaf pun, sudah bisa bermakna sangat positif
dan menentramkan bagi mereka.

Sekali lagi kata pepatah terbukti,
seringkali Little Things Mean a Lot.

NB:
Dan jujur, saya tiba-tiba teringat salah satu hutang pekerjaan saya kepada klien, dan sudah tertunda cukup lama menunggu untuk saya tuntaskan segera…

Cheers,
Annisa Wardani
www.CustomerLadder.com

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.