Cara Memperoleh Izin Usaha Apotek


Seiring dengan banyaknya Rumah sakit dan klinik yang berdiri di setiap wilayah, maka jumlah apotekpun semakin menjamur. Tak hanya di tengah kota, apotek banyak bertebaran di pinggiran kota bahkan hingga di pelosok desa. Biasanya, apotek akan menjual obat sesuai dengan resep dokter, beda dengan toko obat yang bebas menjual obat-obatnya tanpa harus menggunakan resep dokter.

Karena prospek bisnis apotek yang sangat menggiurkan, maka tak jarang membuat para pebisnis atau pengusaha meliriknya. Nah, sebelum membuka usaha apapun, sangat penting untuk mendapatkan legalitas dan perizinan dari pemerintah setempat. Bisa disimpulkan, jika ingin membuka apotek maka harus dimengerti cara memperoleh izin usaha apotek.

Cara memperoleh izin usaha apotek yang pertama adalah harus mendapatkan izin dari Dinas Kesehatan guna melengkapi persyaratan administratif yang dibutuhkan. Setelah itu, pihak Dinas Kesehatan akan memeriksa dokumen terkait dan sarana yang terdapat di lapangan, serta memastikan kelayakannya. Jika semua sesuai dengan persyaratan, maka pengelola harus melunasi retribusi dan barulah surat izin bisa diperoleh.

Persyaratan administratif harus lengkap, merupakan cara memperoleh izin usaha apotek yang wajib dipenuhi pengelola. Berikut ini merupakan persyaratan administratif yang harus dipenuhi :

  1. Gambar denah bangunan atau denah lokasi apotek
  2. Surat-surat Perijinan
  3. Foto copy (legalisir) ijazah apoteker dan/atau asisten apoteker.
  4. Foto copy SIK (Surat Izin Kerja) apoteker dan/atau asisten apoteker.
  5. Daftar obat-obat yang akan di jual di apotek tersebut.

Biasanya, selain dokumen di atas, pengelola akan diminta untuk melengkapi persyaratan sebagai berikut ini guna memperoleh izin pengelolaan apotek.

  1. Foto copy KTP pemilik dan apoteker.
  2. Surat bukti kepemilikan bangunan atau surat bukti menyewa bangunan
  3. Dokumen mengenai asisten apoteker (nama, alamat, nomor SIK, dan ijazah yang berlaku).
  4. Data inventori apotek
  5.  Beberapa surat pernyataan mengenai bersihnya pengelola dari pelanggaran UU di bidang obat dan apoteker yang tidak terikat kerjasama dengan farmasi lain atau tidak menjadi apoteker di apotek yang lain
  6. Khusus bagi PNS, TNI, Polri atau Instansi pemerintah yang lain, diharuskan memiliki surat izin atasan
  7. Surat perjanjian kerja sama antara apoteker dan pemilik sarana.
  8. Surat Izin Tempat Usaha (SITU).
  9. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
  10. PBB
  11. Foto copy  NPWP.
  12. Rekomendasi dari Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Nah, apakah sudah siap untuk berbisnis apotek? Tunggu apalagi, bisnis apotek merupakan bisnis yang long term bukan bisnis yang mudah gulung tikar karena produk yang dijual dibutuhkan oleh banyak orang. Kuncinya adalah komitmen dan konsistensi dalam menjalankannya dengan penuh percaya diri! Salam bisnis.

Speak Your Mind

*