<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bundainbiz.com &#187; Keuangan</title>
	<atom:link href="http://www.bundainbiz.com/category/keuangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bundainbiz.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 30 Aug 2011 07:04:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Ibu Pintar Mengelola Keuangan</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/tips-ibu-pintar-mengelola-keuangan.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/tips-ibu-pintar-mengelola-keuangan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 07:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bestwomen</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=1036</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa ibu rumah tangga sering mengeluhkan karena masalah keuangan keluarga. Pemasukan dan pengeluaran setiap bulan yang tidak seimbang entah karena kebutuhan anak sekolah yang semakin besar, kebutuhan belanja yang terus meningkat, serta banyaknya pengeluaran-pengeluaran tak terduga yang membuat semakin besarnya pengeluaran. Ibu pintar pasti bisa mengelola keuangan rumah tangga. Tidak ada tips khusus untuk mengelola [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa ibu rumah tangga sering mengeluhkan karena masalah keuangan keluarga. Pemasukan dan pengeluaran setiap bulan yang tidak seimbang entah karena kebutuhan anak sekolah yang semakin besar, kebutuhan belanja yang terus meningkat, serta banyaknya pengeluaran-pengeluaran tak terduga yang membuat semakin besarnya pengeluaran.</p>
<p style="text-align: left">Ibu pintar pasti bisa mengelola keuangan rumah tangga. Tidak ada tips khusus untuk mengelola keuangan, karena setiap ibu rumah tangga memang harus cerdas mengatur keuangan. Coba ikuti tips sederhana berikut&#8230;.</p>
<p style="text-align: left">Saat uang gajian masuk kantong, segera sisihkan untuk kebutuhan pokok seperti belanja keperluan rumah tangga, uang pendidikan, uang asuransi, zakat&#8230;..</p>
<p style="text-align: left">Jika punya hutang bulan lalu, sisihkan untuk membayar hutang. Meskipun hal ini sepele jika tidak langsung menjadi anggaran maka akan semakin menambah beban keuangan di kemudian hari.</p>
<p style="text-align: left">Saat belanja di Mall, Supermarket, Minimarket..usahakan untuk membawa uang pas dan bawa daftar belanja sesuai keperluan. Dan, jangan biasakan untuk memanjakan mata terlalu lama untuk melihat barang-barang yang tidak terlalu  dibutuhkan. Kalaupun akan menjadi barang pilihan untuk koleksi, maka anggarkan bulan depan.</p>
<p style="text-align: left">Anggarkan untuk kebutuhan mendadak, seperti berobat ke dokter, membesuk saudara sakit,  atau kebutuhan lain yang memang harus terlaksana tanpa perencanaan dahulu.</p>
<p style="text-align: left">Anggarkan untuk rekreasi bersama keluarga, meskipun tidak setiap bulan atau setiap minggu..setidaknya sudah ada dalam perencanaan pengeluaran keuangan.</p>
<p style="text-align: left">Selalu sisakan untuk mengisi tabungan..karena menabung tetap menjadi prioritas demi kelancaran kebutuhan rumah tangga.</p>
<p style="text-align: left">Gampang kaan..untuk mewujudkan menjadi ibu pintar dalam mengelola keuangan? Lakukan tips-tips di atas dengan penuh perencanaan yang matang, dan konsultasikan dengan suami.</p>
<p style="text-align: left">Selamat mencoba &#8230;</p>
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">
<p style="text-align: left">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/tips-ibu-pintar-mengelola-keuangan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Uang Habis Sebelum Tanggal Gajian?</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/uang-habis-sebelum-tanggal-gajian.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/uang-habis-sebelum-tanggal-gajian.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 01:07:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>arty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=993</guid>
		<description><![CDATA[Uang habis sebelum tanggal gajian menunjukkan bahwa anda memiliki manajemen keuangan yg buruk. Ini adalah masalah klasik yang dihadapi oleh hampir tiap orang di dunia. Penyebabnya? Tentu karena ketidakmampuan dalam mengelola keuangan. Enyahkan segera! Patuhi rencana keuangan Setelah menerima gaji. Anda langsung membuat daftar pengeluaran. Tetapi apakah anda menaatinya? Tidak. Mulai sekarang, tentukan sanksi jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Uang habis sebelum tanggal gajian menunjukkan bahwa anda memiliki manajemen keuangan yg buruk.</strong></p>
<p>Ini adalah masalah klasik yang dihadapi oleh hampir tiap orang di dunia. Penyebabnya? Tentu karena ketidakmampuan dalam mengelola keuangan. Enyahkan segera!</p>
<ul>
<li><strong>Patuhi rencana keuangan</strong></li>
</ul>
<p>Setelah menerima gaji. Anda langsung membuat daftar pengeluaran. Tetapi apakah anda menaatinya? Tidak. Mulai sekarang, tentukan sanksi jika anda melanggar daftar tersebut. Misalnya, anda harus berhenti makan malam di Resto selama 2 minggu. Anda akan jadi lebih disiplin!</p>
<ul>
<li><strong>Dirikan ATM Pribadi</strong></li>
</ul>
<p>Mesin ATM anda tak memiliki mulut yang bisa mengoceh jika anda terlalu sering mengambil uang? ada solusinya! Titipkan uang anda kepada pasangan atau teman yang dapat dipercaya. Lalu, minta mereka untuk memarahi anda jika anda sudah kelewat sering &#8220;menarik&#8221; uang.</p>
<ul>
<li><strong>Ikut Arisan</strong></li>
</ul>
<p>Jika menabung sudah jadi kegagalan besar anda, beralihlah ke arisan! Arisan merupakan salah satu bentuk &#8220;tabungan&#8221; yang sangat fun.</p>
<ul>
<li><strong>Ikut bisnis online</strong></li>
</ul>
<p>Saat ini sedang marak2nya bisnis online atau internet marketing, mulai dari bisnis fashion, MLM (Multi Level Marketing), barang elektronik, hingga barang bekas.</p>
<p style="text-align: left">&#8220;Peraturan #01: Jangan Boros&#8221;</p>
<p style="text-align: left">&#8220;Peraturan #02: Jangan lupakan peraturan #01&#8243;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/uang-habis-sebelum-tanggal-gajian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu-ibu, Jadi Karyawan Pun Bisa Kaya Lho&#8230;*</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/ibu-ibu-jadi-karyawan-pun-bisa-kaya-lho.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/ibu-ibu-jadi-karyawan-pun-bisa-kaya-lho.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 01:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bininiet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum / Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Banyak yang beranggapan, keberhasilan secara finansial hanya bisa didapat dengan membuka usaha sendiri. Namun, tidak ada salahnya jika seseorang tetap memutuskan untuk menjadi karyawan. Menjadi karyawan adalah pilihan yang harus dihormati. Logikanya adalah kalau tidak ada orang yang mau jadi karyawan di dunia ini, siapa yang akan menjalankan bisnis? Banyak pendapat di luar sana &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang beranggapan, keberhasilan secara finansial hanya bisa didapat dengan membuka usaha sendiri.  Namun, tidak ada salahnya jika seseorang tetap memutuskan untuk menjadi karyawan.  Menjadi karyawan adalah pilihan yang harus dihormati.  Logikanya adalah kalau tidak ada orang yang mau jadi karyawan di dunia ini, siapa yang akan menjalankan bisnis?</p>
<p>Banyak pendapat di luar sana &#8211; terutama di kalangan wirastawan &#8211; yang seringkali menyepelekan pekerjaan sebagai seorang karyawan.  Katanya dengan menjadi karyawan, seseorang tidak akan pernah bisa kaya.  Kata siapa?</p>
<p>Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan.  Namun, untuk menjadi kaya, seseorang tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar.  Ia tetap bisa kaya berapapun penghasilannya karena kemampuan mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana mengelola penghasilan itu.</p>
<p>Bagaimana caranya?  Berikut adalah kiat-kiatnya.</p>
<p><strong>1.  Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif</strong><br />
Harta produktif adalah harta yang bisa memberikan penghasilan.  Contohnya: Tabungan di bank, deposito, reksadana pendapatan tetap.</p>
<p><strong>2.  Atur Pengeluaran</strong><br />
Usahakan untuk tidak mengalami defisit, karena defisit adalah sumber semua masalah besar yang mungkin muncul di masa yang akan datang.  Prioritaskan pembayaran cicilan utang, lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup.  Pelajari tips mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.</p>
<p><strong>3.  Hati-hati dengan Utang</strong><br />
Kapan boleh berutang:<br />
a.  Ketika utang akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.  Misalnya: bisnis<br />
b.  Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.  Contohnya: rumah.<br />
c.  Ketika tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.</p>
<p><strong>4.  Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang</strong><br />
Lima pos pengeluaran yang paling sering dibutuhkan antara lain:<br />
a.  Pendidikan anak<br />
b.  Pensiun<br />
c.  Properti dan Kepemilikan lain<br />
d.  Bisnis<br />
e.  Liburan dan perjalanan ibadah.</p>
<p>Ada 3 trik untuk bisa menyisihkan penghasilan:<br />
a.  Menabunglah di muka, jangan di belakang!<br />
b.  Minta tolong kantor untuk memotongkan penghasilan (untuk menabung).<br />
c.  Pakai celengan <img src='http://www.bundainbiz.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .  Coba <em>nyeleng</em> dengan uang lembaran dua puluh ribu.  Ketika mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu, tetapkan tekad:  JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA.  Langsung masukkan ke dalam celengan.</p>
<p><strong>5.  Miliki Proteksi</strong><br />
Cara melakukannya adalah dengan:<br />
a.  Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, kesehatan, atau kerugian.<br />
b.  Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan pesangon, atau kalau pesangon sangat kecil.<br />
c.  Miliki sumber penghasilan lain di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terus menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti.</p>
<p>Jadi, untuk ibu-ibu yang tetap ingin menjadi karyawan, <em>go ahead</em>.. Anda pun bisa menjadi kaya!</p>
<p>Anita Rosalina<br />
<em>*Dirangkum dari buku:  &#8220;Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?&#8221; 5 Kiat Praktis Mengelola Gaji agar Bisa Kaya oleh <strong>Safir Senduk</strong>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/ibu-ibu-jadi-karyawan-pun-bisa-kaya-lho.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal Usaha Rumahan</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/modal-usaha-rumahan.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/modal-usaha-rumahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 02:03:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prettysmartmom</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=973</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang berminat untuk membuka usaha di rumah, bisa jadi kendala utamanya adalah modal untuk merintis usaha tersebut. Padahal, sangat disarankan untuk membuka usaha disaat modal sudah terkumpul. Lalu, selain dari tabungan pribadi, dari mana sajakah modal itu bisa didapat? Salah satu alternatifnya adalah dengan meminjam dari teman atau saudara. Usahakan pinjaman itu tanpa bunga, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi yang berminat untuk membuka usaha di rumah, bisa jadi kendala utamanya adalah modal untuk merintis usaha tersebut.  Padahal, sangat disarankan untuk membuka usaha disaat modal sudah terkumpul.  Lalu, selain dari tabungan pribadi, dari mana sajakah modal itu bisa didapat?</p>
<p>Salah satu alternatifnya adalah dengan meminjam dari teman atau saudara.  Usahakan pinjaman itu tanpa bunga, tetapi tetap targetkan berapa lama rencananya pinjaman itu akan dikembalikan.  Sebaik-baiknya hubungan dengan rekan maupun saudara, bisnis adalah bisnis.  Jangan sampai hubungan baik ini memburuk karena masalah pinjam meminjam yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Meminjam kredit ke bank juga bisa menjadi alternatif lain, walaupun agak sulit untuk mendapatkannya apabila ini adalah usaha pertama yang akan dibangun.  Kebanyakan bank akan meninjau lokasi, meminta pembukuan dll yang mungkin sama sekali belum ada, karena memang usahanya belum dimulai.</p>
<p>Pinjaman kredit ke bank akan lebih mudah apabila ada aset yang bisa dijaminkan.  Aset tersebut bisa berupa tanah, rumah/bangunan, logam mulia atau kendaraan.  Perlu dicatat bahwa besarnya pinjaman jangan sampai melebihi nilai dari aset tersebut.</p>
<p>Namun, sekarang ini ada beberapa bank yang menawarkan Kredit Tanpa Agunan.  Penawaran ini patut dicoba.  Jangan lupa untuk menanyakan secara detil syarat-syarat yang diminta, bunga yang ditetapkan dan penalti yang dikenakan apabila mengalami tunggakan.</p>
<p>Kantor Pegadaian juga bisa menjadi salah satu sarana untuk mendapatkan modal.  Dengan bunga yang relatif ringan, cara mencicil yang mudah dan juga prosedur yang tidak bertele-tele, aset dijaminkan untuk mendapatkan modal.  Jumlah yang kita dapat harus bisa dikembalikan pada jangka waktu tertentu, dan bisa diperpanjang.</p>
<p>Tapi, jangan sekali-kali meminjam dari badan usaha yang tidak resmi atau rentenir.  Biasanya &#8220;jasa&#8221; ini mudah dalam mengeluarkan pinjaman, tetapi bunganya sangat tinggi.</p>
<p>Perlu dipertimbangkan bahwa membuka usaha dengan modal yang pas-pasan juga sangat beresiko.  Terutama mengingat di tahun pertama dan kedua, biaya operasional sangat diperlukan dan tidak tertutup kemungkinan bahwa modal yang kita kumpulkan akan habis hanya untuk biaya yang satu ini.  Oleh karena itu, buat perhitungan yang matang, supaya usaha tidak mandeg ditengah jalan.</p>
<p>Dengan perencanaan yang baik, usaha keras dan disiplin, terus tekuni usaha itu sampai keuntungan datang sesuai dengan yang diharapkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/modal-usaha-rumahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mencegah Kegagalan Bisnis</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/tips-mencegah-kegagalan-bisnis.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/tips-mencegah-kegagalan-bisnis.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 15:56:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fariella</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tip sukses usaha kosmetik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ibu yang multitasker ternyata punya kemampuan untuk mengelola bisnis dan mencegah kegagalannya di tiga tahun pertama sejak berdirinya bisnis Teori Kegagalan yang jadi acuan adalah hasil uji coba bisnis Bapak Happy Trenggono, pengusaha kelapa sawit yang sukses dan bangkit dari hutang 63M dalam waktu 3 tahun. Teori ini dikutip dari http://balqisaisy.blogspot.com/2010/07/happy-tenggono.html Tulisan di bawah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://duniacantik.net" target="_blank"><img style="border: 0px initial initial;" src="http://i743.photobucket.com/albums/xx78/fotobunda/6569_1169405723051_1465210431_452703_5961093_n.jpg" border="0" alt="Photobucket" width="223" height="362" /></a><br />
Seorang ibu yang multitasker ternyata punya kemampuan untuk mengelola bisnis dan mencegah kegagalannya di tiga tahun pertama sejak berdirinya bisnis</p>
<p>Teori Kegagalan yang jadi acuan adalah hasil uji coba bisnis Bapak Happy Trenggono, pengusaha kelapa sawit yang sukses dan bangkit dari hutang 63M dalam waktu 3 tahun.</p>
<p>Teori ini dikutip dari <a href="http://balqisaisy.blogspot.com/2010/07/happy-tenggono.html">http://balqisaisy.blogspot.com/2010/07/happy-tenggono.html</a></p>
<p>Tulisan di bawah ini tidak akan menganalisa dari kegagalannya, namun lebih kepada kemampuan multitasker seorang ibu membuat  suatu bisnis bisa berhasil</p>
<p>1. Obsession of the product dimana kebanyakan pebisnis cenderung terobsesi untuk selalu memperluas jangkauan productnya walaupun dalam segi sistem kurang begitu baik.</p>
<p>Seorang ibu masa kini akan mempelajari segala sesuatu dari akarnya, terbiasa memperhatikan kelayakan pangan buah hatinya misalnya komposisi, nilai gizi dan nilai manfaat suatu produk.</p>
<p>Oleh karena itu jika seorang ibu menjadi pebisnis, maka ia akan sangat tahu dan hafal dengan produk yang dijualnya. Misalnya menjual kosmetik, seorang ibu pebisnis akan menjual <a href="http://www.dbcn-belanjabulanan.com/?id=fariella">kosmetik </a>yang alami dan aman untuk konsumennya.</p>
<p>2. Speed skill, dalam dunia entrepreneur kecepatan keahlian oleh seorang pebisnis adalah keccepatan keahlian mengenai suatu bisnis.</p>
<p>Sudah dapat dipastikan, seorang ibu mempunyai berbagai pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci, merapihkan rumah, mengasuh anak dan berbakti pada suami.</p>
<p>Semua tuntutan anggota keluarga memaksa seorang ibu untuk bergerak sangat cepat. Karena dilakukan setiap hari, ibu belajar bagaimana melakukannya lebih cepat dan efisien.</p>
<p>Begitu juga saat menjadi pebisnis, seorang ibu akan bersedia belajar cara hemat mempercantik diri, mengkuti seminar menjadi entrepreneur tangguh, membaca buku tentang negosiasi atau selling skill dan sebagainya.</p>
<p>3. Technical for success, setiap pebisnis dituntut untuk memiliki tekhnik- tekhnik khusus untuk mencapai kesuksesan.</p>
<p>Bahkan untuk mencuci pakaian, seorang ibu menggunakan teknik khusus, dimulai dari memisahkan warna pakaian, menggunakan komposisi sabun yang seimbang dengan penggunaan air yang hemat dan cara menjemur pakaian agar lekas kering dan tidak kehujanan saat ditinggal ke luar rumah.</p>
<p>Maka di dalam bisnis pun seorang ibu akan selalu mencari tehnik baru yang kreatif dan fungsional agar bisnis berjalan lancar.Misalnya membuat ebook training untuk teamwork bagaimana bisa sukses menjual kosmetik dengan sistem jaringan.</p>
<p>4. Intelegence dalam bisnis, pada umumnya, kegagalan dari sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh emosi yang tidak dapat dikendalikan.</p>
<p>Seorang ibu terbiasa mengatur emosi, walau sudah sangat letih dengan kegiatan rumah atau jam kantor, akan tetap tersenyum untuk berbagi cerita dengan suami.</p>
<p>Maka saat menjadi pebisnis pun, seorang ibu akan mampu mengatur emosi saat berhadapan dengan teamwork yang tingkahnya tidak etis dan masih bisa duduk bersama mencari solusi.</p>
<p>5.plan of idea, dimana setiap ide-ide yang luar biasa dibutuhkan rencana-rencana yang matang untuk meraih sukses.</p>
<p>Ibu adalah sosok yang kreatif, kreatif mengelola keuangan rumah tangga, kreatif menciptakan resep favorit keluarga dan masih banyak lagi.</p>
<p>Begitu pula saat menjadi pebisnis, akan menciptakan cara baru memasarkan kosmetik,misalnya seorang ibu dua anak: <a href="http://www.rahasianadiameutia.com/index.php?id=fariella">Nadia Meutia </a>dengan <a href="http://www.rahasianadiameutia.com/index.php?id=fariella">dBC Network</a>, komunitas online dan offline pebisnis oriflame</p>
<p>6. Run of case, masalah klasik yang terjadi pada persoalan ini adalah terkadang ketika sebuah perusahaan itu mulai sukses, seringkali mereka cendderung keluar dar jalur yang semestinya.</p>
<p>Kesabaran seorang ibu mengandung anak selama sembilan bulan dan kekuatan saat melahirkan adalah bentuk kesetiaan yang tidak ternilai.</p>
<p>Sentuhan kesetiaan pada seorang ibu, juga akan diterapkan dalam bisnis. Ibu <a href="http://www.duniacantik.net">pebisnis</a> akan focus pada bisnis yang sudah ia kuasai dan terus mengembangkannya.</p>
<p><a href="http://fariella.net">Fariella Julian</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/tips-mencegah-kegagalan-bisnis.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendapatan Dengan Bisnis Online</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/pendapatan-dengan-bisnis-online.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/pendapatan-dengan-bisnis-online.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2011 09:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ayuwls</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[ide bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[saran bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa orang yang bergabung dengan sebuah usaha network marketing, berpikir hal ini akan menjadi cara yang baik untuk meningkatkan pendapatan, bahkan pendapatan keluarga. Sehingga banyak yang berpikir untuk menjadikannya usaha berbasis di rumah dengan pendapatan bagaikan kerja penuh waktu, bukan paruh waktu lagi. Bagaimana cara membuat paruh waktu kerja network marketing dengan menghasilkan pendapatan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa orang yang bergabung dengan sebuah usaha network marketing, berpikir hal ini akan menjadi cara yang baik untuk meningkatkan pendapatan, bahkan pendapatan keluarga. Sehingga banyak yang berpikir untuk menjadikannya usaha berbasis di rumah dengan pendapatan bagaikan kerja penuh waktu, bukan paruh waktu lagi.</p>
<p>Bagaimana cara membuat paruh waktu kerja network marketing dengan menghasilkan pendapatan yang penuh waktu? Sangatlah sederhana sekali. Lakukanlah secara online, karena bentuk usaha ini adalah usaha masa depan. Mempelajari bagaimana model bisnis network marketing dan memahami bagaimana menjalankan internet marketing merupakan bisnis solusi yang baik. Namun demikian tidak menutup adanya hambatan dari orang-orang sekitar bahkan diri anda sendiri. Tetapi langkah yang diambil ini sudah membuktikan bahwa ini adalah jalan yang akan mendongkrak posisi keuangan anda.<br />
Dalam rangka untuk membuat bisnis Anda bisa mendapatkan penghasilkan yang baik, dijalankan secara online adalah metode yang bagus untuk jaringan pemasaran masa kini.<br />
Internet adalah dimana Anda akan menemukan pasar yang luas untuk bisnis network marketing yang dijalankan dari rumah. Perekonomian online selalu berkembang bahkan menjadi sebuah fenomenal. </p>
<p>Jika anda ingin menangkap ikan lebih banyak, menggunakan jarring yang lebih besar, maka internet merupakan solusi suatu jarring yang luar biasa! Tentu saja ada kendala dan peluang yang cukup besar. Anda dapat menggunakan pemasaran online untuk menjual produk kepada konsumen dan mempromosikannya untuk menjaring prospek juga.</p>
<p>Dalam rangka mengembangkan pengetahuan online, Anda harus belajar beberapa keterampilan baru yang akan membantu dalam memasarkan produk maupun bisnisnya. Anda tidak bisa mengharapkan untuk membuka situs lalu tiba-tiba pelanggan dan prospek membanjiri. Pemasaran adalah tetap merupakan pemasaran sehingga kita harus memiliki metode untuk membawa arus lalu lintas ke situs Internet Anda seperti metode untuk membawa lalu lintas ke sebuah bisnis yang berlokasi di toko fisik.</p>
<p>Kabar baiknya dari semua ini, berita pemasaran jaringan sosial adalah suatu fenomena yang relative baru di Internet dan merupakan cara untuk mendapatkan pemasaran internet gratis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/pendapatan-dengan-bisnis-online.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persentase Komisi yang pantas untuk Agen Perantara</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/persentase-komisi-yang-pantas-untuk-agen-perantara.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/persentase-komisi-yang-pantas-untuk-agen-perantara.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2006 16:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum / Lain-lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Bundas &#8211; and pandas.. , Nisa lagi butuh bantuan masukan nih dari bundas semua. Smoga bisa bantu ya, desperate.. banget he2..:) Saya kebetulan ada produk yang pemasarannya pengen dikembangin, dengan menjualnya lewat agen. Kira-kira berapa % ya, pemberian komisi yang pantas? Pastinya banyak dari bundas yang sudah berpengalaman dagang, di sini?:) Berapa % komisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-616" title="duit" src="http://www.bundainbiz.com/wp-content/uploads/2006/11/duit.jpg" alt="duit" width="175" height="76" /> Tanya:<br />
Bundas &#8211; and pandas.. <img src='http://www.bundainbiz.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ,<br />
Nisa lagi butuh bantuan masukan nih dari bundas semua. Smoga bisa bantu ya, desperate.. banget he2..:)<br />
Saya kebetulan ada produk yang pemasarannya pengen dikembangin, dengan menjualnya lewat agen.<br />
Kira-kira berapa % ya, pemberian komisi yang pantas? Pastinya banyak dari bundas yang sudah berpengalaman dagang, di sini?:)<br />
Berapa % komisi sih, yang biasanya bundas patok, khusus untuk para agen atau mereka yang berminat jadi perantara buat ngejualin lagi<br />
produk bunda ke konsumen?<br />
Nisa pikir, pasti banyak juga bundas BIB lain yang jg lagi butuh info ini.<br />
Sepertinya sudah mulai banyak dari kita yang mulai merintis bisnis<br />
masing-masing, dan pastinya sdh dan sedang siap-siap cari &#8220;agen<br />
perantara&#8221;, bukan?&#8230; he2&#8230;<br />
Kalau bunda bisa berbagi pengalaman ttg % komisi untuk agen produk<br />
bunda, (apa aja itu produknya), boleh deh di share ke kita di sini:)<br />
info berguna banget..</p>
<p>Salam,<br />
Annisa</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Tanggapan (1)<br />
Biasanya 20-30%&#8230;.<br />
karena aku juga dapet komisi dari penjualan VCD &amp; buku rata2 segitu <img src='http://www.bundainbiz.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
tapii ada juga kok yang cuma ngasih 10% tergantung dari produk yang<br />
dijual&#8230;<br />
Salam,<br />
Evi<br />
&lt;http://www.terapiudara.com&gt;</p>
<p>Tanggapan (2)<br />
Kalau untuk saya mbak, % komisi /diskon untuk agen/reseller itu pertama<br />
tergantung margin yang kita punya, katakan profit kita per produk itu<br />
20% tentu komisi untuk reseller jangan lebih dari 20% dong, supaya sama2<br />
untung biasanya sih aku bagi 2 aja. Jadi misalnay 20% ya untungnya bagi<br />
2 aku 10% dia 10%, tapi kadang ada juga produk yang aku bisa kasih<br />
komisi/diskon full misalnya. Jadi kalau untungnya 20% ya aku kasihnya<br />
sama 20%, kalau aku perlu &#8220;teman&#8221; untuk nambah pesanan (minimum order)<br />
nah kalo ini si agen istilahnya &#8220;naik&#8221; jadi sharing partner kali ya..<br />
karena kalau aku ambil dari supplier gak sampai minimum order mungkin<br />
harga belinya juga gak bisa murah.</p>
<p>Juga tergantung &#8220;sistem jualannya&#8221;, apakah beli putus atau boleh tukar.<br />
Kalau beli putus biasanya komisi/diskon akan lebih besar daripada yang<br />
boleh tukar..</p>
<p>Lalu tergantung ongkos kirim kalau ongkos kirim ditanggung kita tentunya<br />
persentase komisi/diskon juga akan berkurang dong.. tapi bisa juga free<br />
ongkos kirim gak pengaruh, karena dijadikan gimmick atau service kita<br />
untuk agen/reseller biar lebih semangat jualinnya, karena biar gimanapun<br />
agen/reseller kan rekan bisnis kita juga..</p>
<p>Kalau buat saya.. biarpun untung sedikit.. yang penting duit muter terus<br />
dan lancar.. aku belajar dari teman2 yang bisnis hp &amp; asesoris.. yang<br />
cari untung besar, memang sekali ngejual dapet besar rupiahnya.. tapi<br />
yang beli jadi jarang.. kalau pembeli menganggap murah, bisa sering tuh<br />
datang untuk beli lagi beli lagi dan mengajak teman2nya.. juga dari<br />
showroom mobil.. kosep mereka yang saya showroomnya rame terus juga<br />
begitu.. biar untung dikit.. tapi cepet laku.. daripada stock barang<br />
ngendon terus di toko.. itu kan berarti &#8220;uang mati&#8221;, total kesinambungan<br />
bisnisnya lebih berumur panjang.. tapi tentunya jangan sampai &#8220;kerja<br />
bakti&#8221; gak dapet untung, atau malah &#8220;bunuh diri&#8221; karena cost ternyata<br />
lebih besar daripada profitnya..</p>
<p>Ohya ada lagi. Kadang komisi/diskon saya berikan berjengjang /<br />
progresif. Semakin besar jumlah pesanan/pembelian maka diskon/komisi<br />
juga ikut makin besar. Karena ongkos produksi untuk jumlah besar tentu<br />
juga bisa lebih ditekan dibanding sedikit2, selain itu juga untuk<br />
trigger supaya agen/reseller njualnya lebih banyak..</p>
<p>Regards,<br />
Daysi</p>
<p>Tanggapan (3)<br />
Mbak, kebetulan kalo aku juga baru mulai sistem ini nih, sistem<br />
penjualan agen itu mirip konsinyasi juga kali ya. Sekalian sharing ya,<br />
menurut bundas yg lain gmn. Jadi kurang lebih kalau aku sbb nih:<br />
1. harga jual sdh aku tetapkan,<br />
2. terus nanti agennya dapat komisi 20%,<br />
3. barang aku antar ke penjual (area jakarta)<br />
4. status hasil penjualan barang, transfer hasil penjualan dan laporan<br />
retur barang max 1 minggu,<br />
5. ongkos kirim barang retur ditanggung agen<br />
karena aku baru mulai, dan blm tahu juga masing2 agen spt apa, jadi<br />
aku pikir di awal harus ekstra hati2. aku sempet kepikir juga, untuk<br />
agen yg gak punya toko pada pengambilan pertama, maka harus deposit<br />
uang&#8230;krn just in case aja (naudzubilahminzalik), barang kita dibawa<br />
lari ;p (parnodotcom).<br />
InsyaAllah sih, kalau udah &#8220;klik&#8221; sama agennya, untuk hal2 ttt kita<br />
masih bisa nego, kata suamiku kalau bisnis hrs fleksibel, tapi ya<br />
itu&#8230;.bener kata mbak daisy, jangan sampe bunuh diri juga.<br />
Aku kepikir juga, untuk barang2 produksi masal, sebenrnya lbh enak<br />
menerapkan penjualan ke agen dgn sistem beli putus, jadi si penjual<br />
lbh enak pencatatan penjualannya dan si agen bisa dapat harga yg lbh<br />
murah. Tapi biasanyua kalau beli putus, masih boleh retur gak ya?<br />
InsyaAllah, untuk line produkku yg sifatnya masal (ndak eksklusif or<br />
hand made misalnya), aku mau pake sistem beli putus ini.<br />
Gitu deh bunds, gimana menurut bundas yg lain?</p>
<p>Sharah<br />
&lt;http://www.amotherventure.com&gt;</p>
<p>Tanggapan (4)<br />
hm..jangan lupa juga bandingin sama harga pesaing yaa.<br />
jadi dalam menetapkan komisi, bisa diperkirakan<br />
kira2 nanti harga jual akhirnya jadi berapa Rp.</p>
<p>Ngomong2, reseller jilbabku tuh BIbers..<br />
suka-sukanya aja nentuin harga jual hehe..<br />
dan kayaknya pada laku kok (insyaAllah <img src='http://www.bundainbiz.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi tergantung sama sikon dimana dan pada siapa<br />
mereka menjualkan barang tersebut,<br />
&#8211; biasanya si agen sudah lebih tau.</p>
<p>Jadi so far memang aku selama ini sudah ada harga dasar penjualan,<br />
terserah reseller mau jual berapa (ya gak mb Ina *wink wink* hihi..)</p>
<p>kalo persentase komisi..<br />
kadang aku bikin perhitungan harga dasar bahan baku,<br />
dimana fee marketing dihitung sbg part dari harga dasar, misalnya:</p>
<p>- bahan dasar 5rb<br />
- oks kirim 1rb<br />
- biaya pembuat 2rb<br />
- fee marketing 2rb<br />
total: 10rb ..ambil keuntungan 30%, harga jual 13rb.<br />
jadi si agen menjualnya udah dgn patokan 13rb, dimana setiap 1 barang<br />
yg terjualnya fee nya 2rb.</p>
<p>Bisa juga kita kasih hitungan progresif..<br />
ini yg waktu itu diusulkan partner parcelku selama 3 tahun, mb dini.<br />
tiap penjualan 1- 3 jt = fee MK 15%<br />
lebih dari 3 jt = fee MK 20% (contoh)</p>
<p>jangan lupa, kita juga kasih informasi selengkap &amp; sejujur2nya pada<br />
reseller ttg produk tsb.<br />
Jadi mereka juga bisa menyiapkan diri dengan jawaban-jawaban seperti,<br />
kok mahal?<br />
atau..<br />
luntur gak kalo dicuci?</p>
<p>reseller senang..produsen pun tenang hehehe ..</p>
<p>cheers!<br />
/nadia<br />
&lt;http://www.jengnad.net/blog&gt;</p>
<p>Tangapan (5)<br />
hahahaha&#8230;.nadia paling bisa deh, tapi aku termasuk yg ga suka2 lho<br />
utk naikin harga, aku lihat margin aku misalnya &#8220;x&#8221; rupiah, lalu<br />
netepin harga &#8220;y&#8221; rupiah, aku tanggung deh tuh untung ruginya, ga baik<br />
juga mempermainkan harga, misalnya kita liat client ini mampu nih kita<br />
ksh harga &#8220;yy&#8221; misalnya, tapi hati nurani aku yg berontak.</p>
<p>alhamdulillahnya nih bun, malah aku sering dapat komentar, lho kemarin<br />
aku liat ada yg pake jenis yg sama harganya lbh mahal lho mbak,<br />
ternyata segini toh harganya&#8230; aku cuma senyum sembari bilang, insya<br />
allah saya jual dibawah harga toko, kwalitas butik, bisa tempo pula,<br />
tulus setulus2nya bilang, insya allah rejeki mah ga kemana deh bunda,<br />
percaya deh <img src='http://www.bundainbiz.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>seneng aja gedung sebelah hampir semuanya yg berkrudung pake jilbab<br />
jualanku, kadang kalo ketemu pas lunch atau pulang kantor suka senyum2<br />
sendiri melihat jilbab jualanku bertengger di kepala mrk, tentu aku<br />
sembari berucap alhamdulillah&#8230;.sesekali aku bawa jilbab tie rack yg<br />
akhirnya mrk juga beli, krn kwalitas jg ga meragukan, tidak ada di<br />
butik manapun di jakarta, bener2 limited edition, alhamdulillah mrk<br />
mencari lagi, mencari lagi&#8230;.</p>
<p>salam komisi <img src='http://www.bundainbiz.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
~novrina~<br />
&lt;http://dhiandra.blogspot.com&gt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/persentase-komisi-yang-pantas-untuk-agen-perantara.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Penggajian</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/cara-penggajian.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/cara-penggajian.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2006 16:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Menjawab pertanyaan seorang pengunjung blog saya &#60;http://blog.manik-cantik.com&#62;, tentang sistem penggajian pengerjaan manik-manik, saya coba tuliskan sedikit pemikiran saya tentang cara penggajian dalam pembuatan asesoris manik-manik. Ide untuk menghire tenaga perangkai harus dilakukan bila usaha yang dilakukan ingin dalam skala besar. Ada beberapa cara penggajian yang sempat saya temui: 1. Bayar per-produk jadi. Anda menyediakan material, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-618" title="manik" src="http://www.bundainbiz.com/wp-content/uploads/2006/11/manik.jpg" alt="manik" width="150" height="149" /> Menjawab pertanyaan seorang pengunjung blog saya &lt;http://blog.manik-cantik.com&gt;, tentang sistem penggajian pengerjaan manik-manik, saya coba tuliskan sedikit pemikiran saya tentang cara penggajian dalam pembuatan asesoris manik-manik.</p>
<p>Ide untuk menghire tenaga perangkai harus dilakukan bila usaha yang dilakukan ingin dalam skala besar. Ada beberapa cara penggajian yang sempat saya temui:</p>
<p>1. Bayar per-produk jadi. Anda menyediakan material, lengkap dengan desain sehingga orang yang anda sewa untuk merangkai tinggal mengikuti petunjuk anda.<br />
Kelebihan model ini mudah di administrasi dan penggajian. Ada produk jadi, ada pembayaran. Tidak ada overhead cost, tidak ada keterikatan. Namun kekurangan model ini bagi anda desainer adalah anda harus mengajarkan orang yang anda sewa keseluruhan proses pembuatan produk tersebut sehingga bukan tidak mungkin suatu saat dia membuat usaha serupa dengan usaha anda dan bila usaha anda telah maju, memberikan kesempatan bagi orang lain untuk membuat produk serupa dengan nama anda. Sehingga bila anda memilih model ini, pilihlah orang yang benar-benar anda percaya.</p>
<p>2. Alternatif lain adalah menggunakan sistem sperti pabrik garmen. Proses pembuatan produk dibagi2 menjadi beberapa proses yang dipegang oleh 1 orang. Tetapi ini mungkin hanya bisa digunakan untuk satu projek yang rada rumit.</p>
<p>Kelebihannya, masing-masing individu hanya bertanggung jawab pada 1 bagian dari produk, tidak mengetahui ´keseluruhan produk. Kekurangannya, anda harus menggaji lebih dari 1 orang untuk 1 produk.<br />
3. Alternatif paling mudah bila memang anda ingin membuat produk skala besar adalah mengambil oursource pada bidangnya. Contohnya, saya tidak tau di Indonesia, tetapi banyak merk-merk ternama membuat produk asesori mereka dari perusahaan2 di China.<br />
Perbedaan dengan yang pertama adalah anda dan perusahaan perangkai tersebut adalah partner, anda tidak harus mengajarkan apa-apa kepada pihak tersebut, hanya cukup memberíkan desain anda dan mereka yang akan memperbanyak. Kemungkinan desain anda dibajak tetap ada, tetapi bila anda bekerja sama antar perusahaan, urusan hukum lebih mudah di telusuri..</p>
<p>Mia Gofar<br />
Moderator Milis Bundainbiz<br />
&lt;http://blog.manik-cantik.com&gt;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/cara-penggajian.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing Budget</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/marketing-budget.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/marketing-budget.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Nov 2006 16:38:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/marketing-budget.html</guid>
		<description><![CDATA[TRIK dasar HITUNG MARKETING BUDGET Kembali dari Lebaran holiday, kebanyakan dari kita langsung disibukkan lagi dengan tete&#8217; benge&#8217; urusan kerjaan pemasaran, genjot bisnis lagi, cari duit, duit, dan duit.. Kejar setoran lagi:) Dan baru kemarin pagi saya iseng menelepon salah satu sahabat karib saya yang saat ini bekerja sebagai praktisi pemasaran juga di sebuah perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-622" title="duit" src="http://www.bundainbiz.com/wp-content/uploads/2006/11/duit1.jpg" alt="duit" width="175" height="76" />TRIK dasar HITUNG MARKETING BUDGET</p>
<p>Kembali dari Lebaran holiday,<br />
kebanyakan dari kita langsung disibukkan lagi dengan<br />
tete&#8217; benge&#8217; urusan kerjaan pemasaran, genjot bisnis lagi, cari duit, duit, dan duit..<br />
Kejar setoran lagi:)</p>
<p>Dan baru kemarin pagi saya iseng menelepon salah satu<br />
sahabat karib saya yang saat ini bekerja sebagai praktisi pemasaran juga di sebuah perusahaan<br />
data direktori bisnis. Dan woalaah.. dia lagi kalang kabut..<br />
Kalang kabut menyusun Proposal dan Draft Marketing Plan/budget untuk tahun depan.</p>
<p>Dan memang..<br />
This time of the year, bulan-bulan Oktober.. November..<br />
waktu-waktu pelik dalam menyusun rancangan anggaran Business Plan tahunan.<br />
(yang berarti sekaligus) rencana strategi pemasaran untuk tahun depan.</p>
<p>So, tanpa berpikir dua kali, dalam newsletter kali ini<br />
saya putuskan untuk ulas trik-trik dasar dan mudah<br />
menyusun budget marketing / pemasaran bisnis Anda.</p>
<p>Berapa banyakkah yang efektif &#8212; tidak terlalu boros, dan tidak terlalu pelit?</p>
<p>Berdasarkan survey nasional baru-baru ini, &#8211; bila Anda ingin mengikuti aturan tak resmi<br />
yang sudah banyak dilakukan pebisnis lain selama ini, sebanyak<br />
42% pengusaha, mengalokasikan tidak lebih dari 5% omset bisnis.<br />
sementara sisa responden yang lain (38%),<br />
memilih untuk lebih realistis, dengan membelanjakan uang &gt; 5% omset.</p>
<p>DUA STRATEGI DASAR  dalam mengkalkulasi anggaran pemasaran dan promosi:</p>
<p>a. TOP DOWN<br />
Anda langsung mengkalkulasi, ambil porsi sekian X % dari proyeksi target omset bisnis tahun depan.<br />
Mungkin Anda ingin &#8216;spend&#8217; sekitar 15% dari total target omset Anda.<br />
Nominal angka Rupiah dari kalkulasi tersebut, adalah ancang-ancang total<br />
anggaran belanja pemasaran selama setahun.</p>
<p>Pedoman Umum;<br />
Bila Anda baru memulai bisnis, atau sedang berencana &#8216;launching&#8217;, memperkenalkan<br />
produk baru ke pasar  &#8211; saat dimana Anda dibutuhkan untuk giat-giat promosi, jangan<br />
pelit anggaran. Proporsi sekitar 20% dari total proyeksi omset, boleh Anda kelola dan manfaatkan sebaik-baiknya</p>
<p>Mayoritas pengusaha membelanjakan 3-5% omset untuk pemasaran.<br />
Sementara perusahaan-perusahaan yang berorientasi pemasaran dan promosi &#8212; yang percaya bahwa<br />
&#8220;Marketing&#8221; merupakan esensi / penggerak roda usaha, mengalokasikan antara 10-15%.</p>
<p>b. BOTTOM UP</p>
<p>Bagaimana dengan pembagian anggaran ke pos-pos yang lebih detil?<br />
Untuk staf/konsultan pemasaran?<br />
Tools pemasaran? &#8212; brosur, stand pameran, iklan baru, dan sebagainya?</p>
<p>Anda mungkin sudah punya bayangan ingin melakukan strategi / pendekatan-pendekatan pemasaran tertentu tahun depan?<br />
Pameran berkala? Seminar demo produk?.. Sebar sample produk?..<br />
Berapa kali Anda ingin melakukannya, tahun depan? &#8230;<br />
Pasti sudah ketahuan juga kan berapa uang yang dibutuhkan guna membiayai<br />
program promo tersebut?</p>
<p>Dengan pendekatan BOTTOM UP, Anda bisa lebih leluasa menghitung berapa uang yang akan Anda butuhkan dengan<br />
mulai berhitung dari masing-masing pos pengeluaran ini.. dan pada akhirnya Total Budget yang dibutuhkan akan tampak pada<br />
penjumlahan budget dari seluruh pos yang sudah Anda taruh di atas kertas sebelumnya.</p>
<p>Selamat Berhitung..:)</p>
<p>Salam,<br />
Annisa Wardani<br />
www.CustomerLadder.com</p>
<p>*Ingin Belajar Trik Promo Bisnis, Gratis Tips Jitu Menjaring Pelanggan?<br />
Kirim e-mail kosong ke customerladder-subscribe@yahoogroups.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/marketing-budget.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>http://www.bundainbiz.com/ibu-rumah-tangga-2.html</link>
		<comments>http://www.bundainbiz.com/ibu-rumah-tangga-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Sep 2006 13:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bekerja Dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat BundaInBiz]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bundainbiz.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Diawal pernikahan, saya dan suami membuat kesepakatan dengan ikhlas bahwa saya tinggal dirumah mengurus rumah tangga dengan fokus pada pendidikan anak. Sementara, suami menjadi kepala rumah tangga dengan fokus pekerjaan di luar rumah. Ketika itu, saya menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, karena bukankah menjadi ibu rumah tangga adalah fitrah wanita? Tetapi, setelah menjalani [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><div id="attachment_644" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img src="http://www.bundainbiz.com/wp-content/uploads/2006/09/1228973_love_1.jpg" alt="pernikahan" title="love" width="150" height="107" class="size-full wp-image-644" /><p class="wp-caption-text">pernikahan</p></div>Diawal pernikahan, saya dan suami membuat kesepakatan dengan ikhlas bahwa saya tinggal dirumah mengurus rumah tangga dengan fokus pada pendidikan anak. Sementara, suami menjadi kepala rumah tangga dengan fokus pekerjaan di luar rumah. Ketika itu, saya menganggap pekerjaan rumah tangga hanyalah pekerjaan sederhana, karena bukankah menjadi ibu rumah tangga adalah fitrah wanita? Tetapi, setelah menjalani kehidupan rumah tangga, saya baru sadar, ternyata pekerjaan rumah tangga itu sangat rumit.</p>
<p>Seorang ibu rumah tangga tidak memiliki jam kerja tertentu, artinya, tugasnya dimulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Bahkan, menjadi ibu rumah tangga, berarti banyak belajar, seperti belajar manajemen, baik manajemen rumah tangga, manajemen keuangan sampai manajemen qalbu. Lalu belajar pembukuan, dimana aku selalu njelimet mengatur keuangan, karena penghasilan suami memang pas-pasan. Dan kemudian belajar psikologi, baik psikologi anak maupun psikologi umum. </p>
<p>Bahkan, untuk bisa mensyukuri nafkah dari suami, aku harus punya bermacam-macam ketrampilan, seperti memasak yang sebelumnya jarang aku lakukan. Ketrampilan menjahit pun harus aku kuasai. Sebab, untuk pakaian anak yg jumlahnya bertambah setiap dua tahun, terlalu mahal bagiku apabila harus membeli pakaian jadi.</p>
<p>Alhamdulillah, dengan bekal kemauan dan sedkit nekad, Semua ketrampilan itu dapat aku kuasai. Termasuk ketrampilan pangkas rambut! Mulai rambut abinya, sampai anak keenam kutangani sendiri. Bayangkan jika upah pangkas rambut 1 orang Rp 4.000 maka aku bisa berhemat 28 ribu rupiah tiap bulan. Begitupun pakaian anak, aku bisa hemat 50 % dari harga pakaian jadi dipasaran dikalikan kebutuhan 8 orang. Bukankah penghematan cukup besar? Belum lagi, makanan jajanan yg kuolah sendiri. Aku yakin, jika beli makanan jadi harganya pasti berlipat.</p>
<p>Namun, setelah sekian banyak yg kuhemat, nyatanya keuangan kami tetap seret. Rupanya penyebabnya adalah minimnya penghasilan suami.<br />
Maka jadilah aku, tiga tahun belakangan ini, seorang motivator sekaligus<br />
konsultan bagi suamiku, sehingga alhamdulillah kini suamiku telah mempunyai pekerjaan yg layak dengan status yg baik di masyarakat.</p>
<p>Lalu, seiring dengan kemandirian anak-anak, aku pun memilih salah satu keahlianku untuk kusumbangkan pada masyarakat. Aku ingin lebih bernilai, tidak hanya bagi keluarga tapi juga bagi masyarakat. Alhamdulillah, suamiku mendukung niat itu.</p>
<p>Kadang-kadang, timbul pikiran jahilku, berapa gajiku seharusnya atas semua tugasku ini?<br />
Aku ratu rumah tangga sekaligus pembantu.<br />
Aku manajer merangkap baby sitter.<br />
Aku juga akuntan dan konsultan suamiku dalam usahanya.<br />
Pendidik sekaligus tukang ketik, penggagas sekaligus tukang pangkas.<br />
Aku juga seorang pengobat sekaligus perawat.<br />
Keluarga kami jarang kedokter atau rumah sakit, berbekal kepandaian pijat refleksi dan juice therapy yg kupelajari dari buku.<br />
Aku juga aktor bagi anak-anak takkala menggambarkan berbagai macam watak yg ada dalam cerita yg sedang kami baca.<br />
Itulah karirku selama 15 tahun menjadi ibu rumah tangga.</p>
<p>Aku lantas teringat kata-kata Mahbub Junaidi -Seorang ekonom Pakistan- &#8220;Jika ibu-ibu rumah tangga meminta diberikan gaji, maka nilainya adalah satu milyar dollar pertahun. Sebuah nilai yg besar utk budget sebuah negara. Syukurlah ibu-ibu rumah tangga memberikan tenaganya dengan cinta, maka tak perlu memusingkan Kepala Negara bukan?</p>
<p>Aku setuju dengan pendapatnya. Aku sanggup bersusah payah menjalani karir ibu rumah tangga, walau selalu diremehkan dan jarang mendapat pengakuan yg layak dari masyarakat, hanya karena aku sangat mencintai suami dan anak-anak yang diamanahkan Allah padaku. Dan yg lebih penting dari semua itu aku mendapat cinta dari Yang Maha Pencipta. Allahu Rabbul &#8216;Alamin.</p>
<p>Salam hormat buat ibu-ibu rumah tangga sejati.<br />
Karirmu sangat penting, dalam mempersiapkan generasi Rabbani.<br />
Dan gajimu, insya Allah kehidupan hakiki syurgawi.</p>
<p>(Sumber: Majalah Ummi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bundainbiz.com/ibu-rumah-tangga-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

