Cobaan Usaha

tempePernahkan anda mendengar kisah seorang nenek penjual tempe yang beredar di internet beberapa waktu yang lalu? Dalam kisah tersebut, diceritakan bahwa sang nenek mendapati tempe yang dibuatnya hari itu ternyata belum berjamur sempurna alias belum bisa dijual ke konsumennya. Padahal tempe-tempe yang dibuatnya itu merupakan satu-satunya sumber pendapatannya. Jadi jika tempe-tempe tersebut tak jadi dan tak bisa terjual, artinya ia tak mendapatkan sepeser uang pun untuk keperluannya hari itu.

Nenek tersebut lalu berdoa pada Tuhan agar ada keajaiban datang, sehingga tempe-tempe yang belum jadi itu bisa segera berfermentasi dengan sempurna. Ia berdoa pada Tuhan sebanyak tiga kali dengan bunyi doa yang sama.

Tapi ternyata Tuhan tak mengabulkan doanya. Justru yang datang adalah seorang pembeli yang sedang membutuhkan tempe-tempe yang belum jadi, agar bisa dikirimnya ke luar kota. Akhirnya nenek tersebut tak jadi merugi dan berhasil mendapatkan uang hasil jerih payahnya. Ia mendapatkan rezeki dari Tuhan karena ia telah berusaha. Ia tak mendapatkan apa yang diinginkan dalam doanya, tapi Tuhan memberinya jalan lain. Sehingga ia tak kelaparan hari itu.

Cerita tersebut benar-benar menggugah dan menyemangati. Bagaimana tidak? Sang nenek yang sudah benar-benar putus asa dan mengira Tuhan tak mempedulikan doanya, ternyata memberinya jalan lain yang tak pernah disangka-sangkanya. Jalan lain yang tetap bisa memberinya pendapatan dan membuatnya tetap bisa hidup.

Pernah pula seorang pedagang tempe merugi dua hari berturut-turut, karena dua kuintal tempe yang dibuatnya gagal berfermentasi dengan sempurna. Padahal ia tetap harus membayar biaya pegawai yang telah merebus dan menguliti kedelai-kedelai tersebut. Ia pun lalu mencari tahu apa penyebab gagalnya pembuatan tempenya selama dua hari berturut-turut itu.

Ia pun mendapati bahwa dua hari itu perasaannya memang sedang tidak tenang dan membuat tempe dengan hati gundah. Tanpa disangkanya, perasaan tak nyamannya tersebut telah mempengaruhi hasil pembuatan tempenya. Dari situ ia pun belajar, bahwa ia harus senantiasa mengerjakan usahanya dengan penuh cinta. Lebih jauh lagi, tanpa cinta dan rasa suka, tentu usaha tempenya itu sekarang sudah bangkrut dan tak beroperasi lagi.
Lalu pernahkah anda membaca kisah dibalik suksesnya Brownies Kukus Amanda di Bandung? Menurut yang penulis baca di Pikiran Rakyat Cyber Media, Amanda yang berarti „Anak Mantu Damai“ tersebut, pernah mengalami cobaan ketika usahanya sedang mulai menunjukkan titik cerah. Toko kecil mereka di Metro, Soekarno-Hatta, Bandung, terbakar habis. Yang tersisa dari kebakaran itu hanyalah alat pengocok kue atau mixer.
Meski demikian, pemilik dan sekaligus pengelola Amanda tidak berputus asa. Bisnis kuenya pun kemudian dipindahkan ke Jln. Tata Surya, Bandung. Tanpa disangka-sangka, kepindahan mereka ke alamat baru tersebut ternyata membawa berkah. Perlahan tapi pasti, usaha rumahan itu mulai menunjukkan hasil. Sistem penjualannya pun berubah. Yang tadinya dijual per potong, kini dijual per loyang. Alhasil, cara ini pun berhasil menaikkan omset penjualan harian mereka.
Pernah pula seorang ibu yang membuka usaha katering di Jakarta menceritakan kisah kegagalannya. Saat itu ia menerima order untuk menyediakan makan siang bagi peserta rapat di sebuah instansi. Tanpa disangkanya, hari itu jalanan benar-benar macet dan ia pun terlambat sampai di tempat. Ketika ia sampai, rapat baru saja diakhiri. Untuk mengkompensasi kesalahannya, ibu tersebut pun tetap membagikan makanan yang telah dibuatnya, meski tanpa menerima bayaran.
Hari itu ia merugi hingga satu juta Rupiah. Ia pun menangis, tapi ia tak menyesali kegagalannya. Justru ia menjadikan hal itu sebagai pelajaran berharga, agar ia bisa mengelola waktu dengan lebih baik lagi. Setiap kegagalan dan cobaan yang ditemuinya, ia jadikan ajang pembelajaran. Tak heran bila bisnis kateringnya itu sampai sekarang masih tetap beroperasi dan berjaya.
Di salah satu milis bisnis yang penulis ikuti, tak jarang pula terdengar keluhan dari beberapa rekan yang usahanya sedang sepi, gagal, atau bahkan tertipu oleh rekan bisnisnya yang lain. Pemilik usaha pakaian yang tertipu oleh penjahitnya, karena sang pemilik tidak tahu detail step by step penjahitan sebuah pakaian, misalnya. Atau ketika modal usaha sudah disetorkan ke pengelola yang lain, ternyata uangnya bukan digunakan untuk menjalankan usaha yang telah disepakati, tapi justru dibawa kabur entah kemana.
Jika kegagalan dianggap sebagai kesempatan untuk belajar dan memperkaya pengalaman, tentu akan berbuah semangat untuk memperbaiki sistem usaha yang sedang kita jalankan. Tapi jika cobaan dan kegagalan dianggap sebagai sinyal bahwa kita tak berbakat menjadi pengusaha dan kita pun menyerah pada keadaan, tentu usaha kita tak akan pernah maju dan berkembang.
Dalam sebuah usaha, wajar jika kadang-kadang terjadi hal yang tak kita inginkan. Sama dengan pelajar yang kadang harus mendapatkan nilai buruk karena hasil belajarnya kurang sempurna, seorang pengusaha pun kadang harus gagal di tengah jalan yang diusahakannya.

Tak bijak rasanya jika kegagalan dan cobaan yang kita temui menjadikan kita lelah, lemah, dan malas untuk bangkit memperbaiki. Mungkin saja ketika kegagalan dan cobaan datang, justru saat itu pulalah Tuhan sedang mengasihi kita dan ingin kita menjadi seorang yang lebih kuat. Dari situ, mungkin Tuhan membukakan jalan lain yang tak pernah kita sangka-sangka, yang membuat kita bisa lebih sukses di kemudian hari.

Jadi, jika kegagalan dan cobaan sedang menghampiri anda, anggaplah itu sebagai cambuk penyemangat. Carilah penyebab kenapa anda gagal hari itu. Temukan formula agar hal itu tidak terjadi lagi di lain hari.

Cobalah juga berpikir apakah ada hal lain yang bisa anda petik dari kejadian tersebut. Apakah anda bisa menemukan jalan kesuksesan lain di tengah kemelut yang sedang menimpa anda.

Berusahalah untuk selalu berpikir positif di setiap kegagalan yang anda temui dan jangan pernah menyerah dengan mimpi-mimpi anda, karena dari mimpilah semua dimulai. Dan jangan pernah lupa bahwa langkah kesuksesan Anda selalu dimulai dari tapak pertama. Tanpa mimpi dan tapakan pertama, tak akan pernah kesuksesan menghampiri Anda. Percayalah bahwa Tuhan akan selalu menghampiri dan menolong Anda dengan jalan-Nya. Bahkan di saat anda susah, lelah, dan gagal sekali pun.

Tuntas Margi Hartini
Pedagang Tempe di Dresden, Jerman
<http://taschanfood.blogspot.com>

2 Comments

  1. artikelnya bagus bu…oya , saya juga sedang merintis jadi distributor minyak goreng kemasan bantal merk RESTO kemasan 1 lt, 500ml, 250 ml. kualitas ok, tapi harganya murah. telah mendapat sertifikat halal MUI, izin DEPKES dan masa kadaluarsa yang masih sangat lama. 1 lt 8600. Hub: ety 08122331467 atau email: eghast_2003@yahoo.com. Jika ibu berminat bisa kontak saya bu…terima kasih.

  2. hal yg slalu sy terapkan dan sama persis dengan artikel di atas adalah “selalu berfikir positif”. Karena nanti hasilnya juga positif :) skss slalu ya bu,,,,slm knl….

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.