Ibu-ibu, Jadi Karyawan Pun Bisa Kaya Lho…*

Banyak yang beranggapan, keberhasilan secara finansial hanya bisa didapat dengan membuka usaha sendiri. Namun, tidak ada salahnya jika seseorang tetap memutuskan untuk menjadi karyawan. Menjadi karyawan adalah pilihan yang harus dihormati. Logikanya adalah kalau tidak ada orang yang mau jadi karyawan di dunia ini, siapa yang akan menjalankan bisnis?

Banyak pendapat di luar sana – terutama di kalangan wirastawan – yang seringkali menyepelekan pekerjaan sebagai seorang karyawan. Katanya dengan menjadi karyawan, seseorang tidak akan pernah bisa kaya. Kata siapa?

Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk menjadi kaya, seseorang tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Ia tetap bisa kaya berapapun penghasilannya karena kemampuan mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana mengelola penghasilan itu.

Bagaimana caranya? Berikut adalah kiat-kiatnya.

1. Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif
Harta produktif adalah harta yang bisa memberikan penghasilan. Contohnya: Tabungan di bank, deposito, reksadana pendapatan tetap.

2. Atur Pengeluaran
Usahakan untuk tidak mengalami defisit, karena defisit adalah sumber semua masalah besar yang mungkin muncul di masa yang akan datang. Prioritaskan pembayaran cicilan utang, lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup. Pelajari tips mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

3. Hati-hati dengan Utang
Kapan boleh berutang:
a. Ketika utang akan digunakan untuk sesuatu yang produktif. Misalnya: bisnis
b. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik. Contohnya: rumah.
c. Ketika tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.

4. Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang
Lima pos pengeluaran yang paling sering dibutuhkan antara lain:
a. Pendidikan anak
b. Pensiun
c. Properti dan Kepemilikan lain
d. Bisnis
e. Liburan dan perjalanan ibadah.

Ada 3 trik untuk bisa menyisihkan penghasilan:
a. Menabunglah di muka, jangan di belakang!
b. Minta tolong kantor untuk memotongkan penghasilan (untuk menabung).
c. Pakai celengan :D. Coba nyeleng dengan uang lembaran dua puluh ribu. Ketika mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUK BELANJA. Langsung masukkan ke dalam celengan.

5. Miliki Proteksi
Cara melakukannya adalah dengan:
a. Miliki asuransi, entah asuransi jiwa, kesehatan, atau kerugian.
b. Miliki dana cadangan sebagai proteksi jangka pendek kalau kehilangan penghasilan dan tidak mendapatkan pesangon, atau kalau pesangon sangat kecil.
c. Miliki sumber penghasilan lain di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terus menerus, sebagai proteksi jangka panjang dari gaji yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti.

Jadi, untuk ibu-ibu yang tetap ingin menjadi karyawan, go ahead.. Anda pun bisa menjadi kaya!

Anita Rosalina
*Dirangkum dari buku: “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?” 5 Kiat Praktis Mengelola Gaji agar Bisa Kaya oleh Safir Senduk.

Speak Your Mind

*