Info Bisnis: Ekspor Produk

eksporHari Minggu kemarin saya menonton O Channel sore-sore, saat acara Work Hard Play Hard berlangsung. Saat itu acara tersebut sedang menampilkan dua putri kembar perangcang kondang Ghea Sukarya – Janna dan Manda Soekasah. Mereka berdua menjalankan sebuah bisnis aksesoris dan t-shirt etnik.

Mereka bercerita bagaimana usaha ini dijalankan bersama dengan tiga orang temannya yang lain – tanpa rencana yang jelas, hehe.
Itu kalau menurut saya ;-)

Soalnya mendengar bagaimana mereka tidak memiliki pembagian tugas yang jelas, misalnya siapa menangani marketing, siapa menangani buyer dsb nya. Jadi betul-betul hanya mulut ke mulut.

Namun, usahanya berjalan baik! Tentu ada kelebihan mereka kan? Untuk saya pribadi rasanya memang ada poin positif yang mereka tampilkan:.

Yaitu:
1) Produknya fokus, jelas dan unik.
Aksesoris yang kemarin diperlihatkan di TV rasanya betul-betul “cantik” dan menarik, juga “Indonesia banget” ;-) .

2) Kemampuan memanfaatkan networking.
Sebagai putri perancang terkenal rasanya tidak heran ya kalau mereka cukup “dikenal”. Namun selain itu menurut saya, keduanya punya daya tarik sendiri sebagai pasangan kembar yang sangat funky, etnik, plus pergaulan yang luas.
Buyer dan konsumen pasti senang bisa berkenalan dengan dua orang yang “cukup punya nama”.

Kita pun bisa melakukan hal yang sama loh, apalagi di era dunia maya saat ini, menjadi member aneka milis yang aktif adalah salah satu cara ampuh untuk menjalin networking…baik dengan sesama orang Indonesia maupun orang asing ang potensial jadi calon konsumen luar negeri.
Hal ini berkaitan dengan poin ketiga yang saya anggap kelebihan mereka yaitu…

3) Salah seorang dari pemilik usaha Janna dan Manda Soekasah ini (maaf saya tidak sempat mencatat nama usahanya), berhasil mendapatkan kontrak untuk mengekspor produk mereka ke Boston, USA. Rencananya produk ini akan dijual disebuah toko di daerah yang full seniman, sehingga ke-etnikan produk ini dianggap cocok…
Sebuah hasil nyata dari networking yang bagus walaupun menjalankan bisnis dengan nyantai ;-)

Sampai saat ini, saya masih merasa kesulitan melakukan pengiriman produk saya keluar negeri saat ada pemesanan entah dari klien atau down.line.
Namun beberapa bulan yang lalu saya berhasil mengirimkan produk kira-kira seberat 1kg melalui paket pos indonesia biasa loh. Yang penting paket tersebut dibungkus dengan rapat dan rapih, juga dijaga agar tidak “bergerak-gerak” bagian dalamnya – cukup banyak menghabiskan kaos kaki anak saya sebagai penyumpal hehe.

Moral of the story? Banyak jalan menuju Roma, dan rasanya tidak apa-apa kan kita mulai dari hal yang sangat sederhana untuk insyaAllah mencapai mimpi yang lebih besar.

Sementara itu saya juga menemukan artikel singkat di sebuah majalah wanita tentang Ekspor produk anda keluar negeri. Mudah-mudahan berguna ya bagi temna-teman yang ingin usahanya berkembang lebih maju ;-)

Tidak perlu tunggu usaha menjadi besar untuk mengekspor produk anda. Selain bisa mendongkrak citra usaha, keuntungan yang akan diraih pun lebih besar. Asal ada kemauan mengurus prosedur ekspor sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan.

Berikut ini langkah-langkahnya:

1) Daftarkan usaha anda ke kantor Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Mintakan Surat Izin Usaha Perdagangan berdasarkan prosedur birokrasi yang ada.
2) Lakukan korespondensi dengan importir di luar negeri guna menawarkan dan menegosiasikan komoditas yang akan dijual.
3) Siapkan kontrak dagang. Begitu importir menyetujui semua kondisi yang ditawarkan, kontrak dagang bisa segera dibuat/difinalisasi.
4) Lengkapi dokumen yang diperlukan seperti: kontrak penjualan, pemebritahuan ekspor barang, letter of credit (L/C), polis asuransi, surat pernyataan mutu (SPM), dsb nya.
5) Pengiriman barang ke importir. Bisa melalui jasa pengiriman barang atau perusahaan ekspedisi muatan kapal laut.

Sumber: Majalah Femina.

Tagged as: , ,

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.