Marketing Budget

duitTRIK dasar HITUNG MARKETING BUDGET

Kembali dari Lebaran holiday,
kebanyakan dari kita langsung disibukkan lagi dengan
tete’ benge’ urusan kerjaan pemasaran, genjot bisnis lagi, cari duit, duit, dan duit..
Kejar setoran lagi:)

Dan baru kemarin pagi saya iseng menelepon salah satu
sahabat karib saya yang saat ini bekerja sebagai praktisi pemasaran juga di sebuah perusahaan
data direktori bisnis. Dan woalaah.. dia lagi kalang kabut..
Kalang kabut menyusun Proposal dan Draft Marketing Plan/budget untuk tahun depan.

Dan memang..
This time of the year, bulan-bulan Oktober.. November..
waktu-waktu pelik dalam menyusun rancangan anggaran Business Plan tahunan.
(yang berarti sekaligus) rencana strategi pemasaran untuk tahun depan.

So, tanpa berpikir dua kali, dalam newsletter kali ini
saya putuskan untuk ulas trik-trik dasar dan mudah
menyusun budget marketing / pemasaran bisnis Anda.

Berapa banyakkah yang efektif — tidak terlalu boros, dan tidak terlalu pelit?

Berdasarkan survey nasional baru-baru ini, – bila Anda ingin mengikuti aturan tak resmi
yang sudah banyak dilakukan pebisnis lain selama ini, sebanyak
42% pengusaha, mengalokasikan tidak lebih dari 5% omset bisnis.
sementara sisa responden yang lain (38%),
memilih untuk lebih realistis, dengan membelanjakan uang > 5% omset.

DUA STRATEGI DASARĀ  dalam mengkalkulasi anggaran pemasaran dan promosi:

a. TOP DOWN
Anda langsung mengkalkulasi, ambil porsi sekian X % dari proyeksi target omset bisnis tahun depan.
Mungkin Anda ingin ’spend’ sekitar 15% dari total target omset Anda.
Nominal angka Rupiah dari kalkulasi tersebut, adalah ancang-ancang total
anggaran belanja pemasaran selama setahun.

Pedoman Umum;
Bila Anda baru memulai bisnis, atau sedang berencana ‘launching’, memperkenalkan
produk baru ke pasarĀ  – saat dimana Anda dibutuhkan untuk giat-giat promosi, jangan
pelit anggaran. Proporsi sekitar 20% dari total proyeksi omset, boleh Anda kelola dan manfaatkan sebaik-baiknya

Mayoritas pengusaha membelanjakan 3-5% omset untuk pemasaran.
Sementara perusahaan-perusahaan yang berorientasi pemasaran dan promosi — yang percaya bahwa
“Marketing” merupakan esensi / penggerak roda usaha, mengalokasikan antara 10-15%.

b. BOTTOM UP

Bagaimana dengan pembagian anggaran ke pos-pos yang lebih detil?
Untuk staf/konsultan pemasaran?
Tools pemasaran? — brosur, stand pameran, iklan baru, dan sebagainya?

Anda mungkin sudah punya bayangan ingin melakukan strategi / pendekatan-pendekatan pemasaran tertentu tahun depan?
Pameran berkala? Seminar demo produk?.. Sebar sample produk?..
Berapa kali Anda ingin melakukannya, tahun depan? …
Pasti sudah ketahuan juga kan berapa uang yang dibutuhkan guna membiayai
program promo tersebut?

Dengan pendekatan BOTTOM UP, Anda bisa lebih leluasa menghitung berapa uang yang akan Anda butuhkan dengan
mulai berhitung dari masing-masing pos pengeluaran ini.. dan pada akhirnya Total Budget yang dibutuhkan akan tampak pada
penjumlahan budget dari seluruh pos yang sudah Anda taruh di atas kertas sebelumnya.

Selamat Berhitung..:)

Salam,
Annisa Wardani
www.CustomerLadder.com

*Ingin Belajar Trik Promo Bisnis, Gratis Tips Jitu Menjaring Pelanggan?
Kirim e-mail kosong ke customerladder-subscribe@yahoogroups.com

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.