Menjadi Reseller Produk Orang Lain

Artikel serupa sudah pernah nih saya buat untuk produk kue,
mudah-mudahan bisa diterapkan juga ke bisnis yang lain yaa….

Sebelum menjadi agen atau reseller atau marketing produk teman anda, ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan.

Kita mulai dari hal yang paling dasar yaa ;-)

– Pertama,
Tanyakan pada yang punya produk, bolehkan anda menjadi resellernya?
(kalau nggak boleh kan ngapain kita ikuti step step berikut hehe)

Bila ya, tawarkan satu diantara dua hal berikut ini:
a) Bila anda tahu harga dasar produk (biasanya karena yang punya temen sendiri ;-)
Tanyakan apakah anda boleh ikut menentukan harga dasar
Seperti ongkos kirim, ongkos produksi dan lain-lainnya?
Sehingga, laba anda adalah laba bagi hasil penjualan.
Kalau begini sebetulnya, kerjasamanya lebih berbentuk anda marketing, si teman tersebut bagian produksi.

b) Bila hal diatas tidak berlaku,
Tanyakan apakah anda boleh menentukan persentase komisi sendiri?
Bila ya, jangan lupa perhatikan harga pasaran yang berlaku
Sehingga anda tidak kemahalan atau bahkan kemurahan.
Ada juga yang sudah mentapkan harga jual sendiri dimana
Didalamnya sudah mencakup persentase komisi reseller.

– Kedua,
Bikin list plan marketing and promotion anda
Misalnya:
Siapa target market anda
Bikin brosur
Kartu nama (penting loh!)
Website atau blog sederhana (contoh: www.DhiandraBizz.com)
Tentukan “nama toko” untuk anda sendiri
Kemana anda akan melakukan promosi offline:
rencana penyebaran brosur, pasang spanduk, list kantor-kantor dan instansi.
Kemana anda akan melakukan promosi online: milis, tukar banner?,
signature tagline.

– Ketiga,
Tanyakan apakah anda boleh menentukan nama sendiri?
Soalnya ada yang boleh loh,
Tapi mungkin, kebanyakan tidak boleh hehe ..
Ini sebetulnya menjadi kelebihan apabila nama produk
yang anda jual kembali tersebut sudah punya “pelanggan” sebelumnya sehingga ada semacam tesimoni klien yang bisa menjadi daya jual.

– Keempat,
Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang produk tersebut.
Apa kelebihannya?
Misalnya, dari sisi bahan yang dipakai,
Renda yang diwantek,
Desain bordir yang tidak pasaran dan lain-lain.

Juga siapkan diri untuk kelemahan dari produk tersebut.
Misalnya:
Pencucian pertama pasti luntur deh ;-)
Tidak apa-apa kok, asal anda jujur memberitahukan hal ini pada konsumen
Percaya deh, niat baik pasti hasilnya baik ;-) )

– Kelima,
You are what you sell ;-)
Kalau anda memang menjual produk baju,
Sebaiknya sering-seringlah pakai baju tersebut.
Kalau anda jualan handphone tertentu,
Pakailah hp tersebut.
Kalau anda jualan kue, hmm..
Siap-sipa untuk gemuk karena sering banget mencicipi jualan sendiri ;-) )

Intinya, biarpun ngejual produk orang lain,
jualannya pake hati yaa ;-)

Related artikel:
Antara Waktu dan Mimpi
http://www.bundainbiz.com/2005/06/antara-waktudan-mimpi.html

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.