Modal Membuka Toko Sembako

Ide bisnis itu ada di mana-mana. Coba perhatikan sekitar kita, misalnya rumah,  dari sebuah dapur akan muncul ide berbisnis. Apa yang bisa dimunculkan dari ide bisnis yang berasal dari dapur? Salah satunya adalah bisnis sembako.

Bisnis sembako merupakan salah satu bisnis yang tidak akan pernah sepi. Mengingat, sembako merupakan kebutuhan pokok harian yang diperlukan oleh semua keluarga. Selama manusia masih memerlukan kebutuhan pokok maka sembako akan selalu diperkukan oleh masyarakat. Oleh karena itu, tidak perlu ragu ketika memutuskan untuk membuka toko sembako.

Jika berbicara tentang bisnis tentu tidak lepas dari modal bukan? Demikian juga dengan bisnis sembako. Modal membuka toko sembako sebenarnya tidak sebesar yang dibayangkan. Tergantung sejauh mana nantinya berkreatif mengelola semua potensi yang ada.

Jika dirinci lebih lanjut, modal membuka toko sembako lebih kurang adalah sebagai berikut:

Modal tetap

1. Bangunan toko dan gudang penyimpanan

Untuk awal, jika modal yang dimiliki terbatas, gudang penyimpanan belum diperlukan. Cukup hanya dengan memaksimalkan ruang toko yang ada. Manfaatkan ruangan yang ada di rumah, misalnya dengan mengalih fungsikan garasi yang ada di samping rumah. Dengan begitu, modal untuk bangunan bisa menjadi Rp. 0,-. Akan tetapi, jika harus menyewa toko, harganya pun bervariasi. Untuk daerah perkotaan tentu harganya jauh lebih mahal. Untuk daerah yang sedang berkembang, rata-rata harga sewa bangunan toko dengan ukuran standar berkisar antara Rp. 300.000,- s/d Rp. 800.000,- per bulan.

2. Meja dan kursi kasir

Jika dana sangat mepet manfaatkan meja dan kursi yang ada di rumah. Dengan begitu, modal awal bisa lebih ditekan.

3.Timbangan

Ada dua jenis timbangan yang perlu disediakan.

Pertama: timbangan besar diperlukan untuk menimbang barang dalam jumlah besar ± @Rp. 500.000,- s/d Rp. 1.500.000,-

Kedua: timbangan kecil diperlukan untuk menimbang barang dalam jumlah kecil. Misalnya minyak goreng, gula, kacang, dan sebagainya. Harga diperkirakan @Rp. 100.000,- s/d Rp. 500.000,-

4.Bahan-bahan keperluan lain

Bahan-bahan keperluan lainnya yang dapat menunjang kelangsungan usaha bisnis sembako, misalnya  literan, plastik, karung, goni,  dan lain-lain. Untuk keperluan ini diperlukan anggaran dana sekitar Rp. 200.000,- s/d Rp. 500.000,-

 

Modal tidak tetap

Modal membuka toko sembako yang utama adalah modal untuk menyetok produk sembako yang akan dijual. Untuk hal ini, sesuaikan dengan kekuatan modal yang dimiliki. Pengalaman dari beberapa pengusaha bisnis sembako rumahan, modal awal untuk penyetokan barang sekitar 5 juta s/d 10 juta rupiah sudah berpotensi memberikan omset 1-5 juta per bulan.

 

Speak Your Mind

*