Pedagang Banget Sih ;-p

Minggu lalu,
Saya kembali mendengar seorang sahabat saya berkomentar,
“pedagang banget sih Nad..” katanya sambil tersenyum manis ;-)

glekk..
Kenapa ya, setiap kali saya mendengar seseorang berkomentar tentang hal itu,
Ada sedikit rasa sedih yang nyelip (awas Nadia lagi sensi hihi) ..
Lebih sedih lagi karena komentar tersebut keluar bukan saat
saya sedang dalam sebuah pertemuan bisnis,
Tapi dalam sebuah pertemuan agama alias pengajian ibu-ibu,
Komentar yang keluar saat saya sedang menanyakan sebuah honest question
Karena betul-betul saya ingin tahu jawabannya…

Tapi mereka berpendapat pertanyaan saya keluar…karena itu tadi
“pedagang banget sih Nad..”

sigh..
ya sudahlah gapapa kok..
memang saya sangat pedagang hehe..saya mah ngaku aja ;-)

Hanya saja yang membuat saya menjadi berfikir
Adalah betapa masih banyak orang-orang yang menganggap
“pedagang” seperti sebuah apa ya..konotasi yang gak semulia “non pedagang” hehe
Bingung nih mengungkapkannya…

Tapi ngerti kan ya?
(maksa ;-)

maksudnya, seperti ada sebuah standar penilaian tertentu bagi
seorang pedagang ;-)

Seperti ada pandangan yang berbeda
bagi pedagang yang memang sedang berjualan di toko atau pasar
dengan pedagang yang model kayak saya..
Yang berdagang “setiap saat”..
Eh sebetulnya nggak papa loh saya dikomentari seperti itu.

Tapi, yang membuat saya sedih sebetulnya adalah
Kadang, orang tidak mau berfikir panjang terhadap apa yang
Keluar dari mulut kita…(iya, termasuk saya juga kok)

Hmm..kalau saya nggak ngejar target bulanan mah
Mungkin saya nggak akan menjadi “pedagang banget sih”

Pernah nggak ya mereka berfikir…
Komentar tersebut bisa membuat sedih karena …
Saya menjadi pedagang karena kebutuhan?
Saya harus berjualan setiap saat karena memang anak-anak saya
butuh mamanya ikut bekerja mencari nafkah?
Saya harus menjadi seseorang yang berjiwa pedagang
Karena memang begitulah kondisi yang harus saya hadapi
saat saya bukan seorang pegawai kantoran
dengan kedudukan dan jabatan dan gaji yang tinggi tentunya?

(bentar ya..jadi pengen nangis nih hehe)..

Saya jadi keinget dulu pernah saya bekerja sama dalam sebuah tim bisnis
dimana saya memegang bagian produksi dan marketing secara umum.
Suatu hari ada sebuah misunderstanding yang membuat beberapa rekan tim
Mengeluarkan kata-kata yang agak menyakitkan..
Seakan-akan saya kurang berusaha semaksimal saya
(dalam kondisi yang saat itu sedang hamil anak kedua)..

Malamnya saya curhat menangis dengan rekan tim yang lain
dan saya hanya bisa mengatakan,
“mbak, kalo aku nggak inget bentar lagi anakku mau dua..
aku juga gak akan jam 11 malem begini masih duduk depan komputer
ngurusin kerjaan ini, mbak”..

hiks…
(hayoo siapa yang sekarang ikutan mau nangis? hehehe)

teman-teman,
sebetulnya yang saya mau ceritakan adalah..
pedagaaaaangg jugaaaa manusiaaaaaa ;-)

hmm…
nggak kebayang kalo semua pedagang
di tanah abang dan mayestik sensi kayak saya ya hahahaha
pasti seru ;-)

tapi intinya..betul-betul hanya itu..
bahwa profesi menyenangkan — yang sedang saya jalankan
dari rumah ini pun – banyak tantangannya Teman ;-)
banyak hal yang akan anda temui
sebagai seorang hom.e busines.s owner (baca: pedagang)
sebagai seorang work at home mom
yang pasti sama challenging nya
dengan menjadi seorang working moms or dads ;-)

Kudu siapin mental yang lumayan berbeda dengan
bekerja pada orang lain..
Bitter sweet? Yup..
Tapi percaya deh..
Apapun, bila dijalankan dengan ikhlas dan dikembalikan pada niat awal
insyaAllah akan lebih memudahkan ;-)

Udah ahh..
Lanjut baca artikel yang lain yaa..
Sekalian ya, lagi banyak promosi tuh dagangan saya…
kekekekekk
(pedagang banget sih lo Nad?)

;-)

 

Nadia Meutia (jengnad)

Speak Your Mind

*