Persiapan Sebelum Resign dari kantorK

Banyak sekali alasan untuk memutuskan berhenti bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga atau beralih ke kegiatan lain yang bisa dilakukan dari rumah. Bahkan alasan utama perempuan meninggalkan kenyamanan gaji bulanan ke kenyamanan rumah adalah: ingin mempunyai lebih banyak waktu dengan anak.

Gak ada salahnya kok… hanya saja, untuk mengambil keputusan seperti itu butuh persiapan yang
matang. Berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan sebelum menyodorkan Surat Pengunduran Diri:

1. Mendapat dukungan keluarga
Bagitu memutuskan untuk berhenti bekerja, maka berhenti pula kucuran gaji yang biasa diterimasetiap bulannya. Hal ini tentunya akan memberikan efek ke pemasukan keluarga. Jadi, dukungan dari Suami maupun Orang tua sangat mutlak didapat. Bahkan anakpun harus dimintai pendapatnya. Karena dengan berkurangnya pendapatan gabungan, jelas akan berefek pada pola hidup sekeluarga.

2. Tabungan yang cukup
Bulan-bulan pertama setelah mengundurkan diri, akan terasa sangat berat. Apalagi kalau sudah
terbiasa mempunyai uang saku sendiri. Untuk itu, pastikan bahwa tabungan yang terkumpul selama
ini cukup untuk melewati masa transisi tersebut. Tabungan tidak selalu harus dalam bentuk uang
cair, tetapi bisa juga dalam bentuk perhiasan, deposito maupun saham. Pada saat emergency maka
tabungan tersebut bisa Anda pergunakan untuk menutupi pengeluaran dadakan itu.

3. Asuransi itu (masih) perlu
Perubahan pola hidup yang terjadi dengan pensiun dini ini, akan berdampak dicoretnya
pengeluaran-pengeluaran yang dipandang tidak perlu atau terlalu berat untuk dikeluarkan tiap
bulan. Salah satu pengeluaran tersier yang tidak layak untuk dicoret adalah asuransi, baik
asuransi kerugian seperti mobil/motor, pendidikan dan kesehatan. Hubungi perusahaan asuransi
provider dan tanyakan kondisi polis yang berjalan. Pastikan bahwa polis ersebut masih aktif.
Apabila perlu, buat pembayaran polis menjadi bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan atau tahunan.
Sesuaikan dengan kemampuan rumah tangga.

4. Rubah pola hidup
Apabila terbiasa berbelanja di Supermarket, coba deh mulai belajar ke pasar tradisional dan
mencari penjual langganan yang mau memberikan harga yang lebih miring atau mau memberikan bonus
kecil-kecilan.

Apabila terbiasa berlama-lama di salon, mulai hunting salon yang lebih dekat dari rumah dan cocok
dengan selera pribadi.

Cari provider Handphone yang sama dengan anggota keluarga lainnya agar bisa menikmati tarif murah.

Langganan internet bulanan agar tetap bisa berhubungan dengan dunia luar. Bahkan pengeluaran
tabloid gossip dan koran pagi bisa disalurkan ke sini.

Beri pengertian kepada anak-anak mengapa acara ke taman hiburan atau ke mall menjadi berkurang.

Perbanyak kegiatan yang seru dan kreatif di rumah. Ingat, anak-anak jauh lebih cepat terbiasa
dengan pola hidup baru dibandingkan orang dewasa. Jadi, santai saja…

Ajari seluruh penghuni rumah untuk terbiasa hidup hemat energi.

Apabila mempunyai halaman, maka bisa ditanami dengan sayur-mayur yang sering dipakai memasak,
seperti cabai, tomat, sereh dll. Kegiatan ini bisa dilakukan bersama keluarga sebagai pendidikan
alam.

5. Coba cari kegiatan yang menguntungkan
Karena begitu banyak waktu luang di rumah, cobalah mulai menjajaki kemungkinan untuk merintis
bisnis dari rumah. Beberapa contohnya adalah m-l-m, bisnis online, membuka kelas private, membuka
warung, laundry dll. Sekarang ini banyak sekali buku yang mengupas berbagai macam jenis usaha
yang bisa dilakukan dari rumah

Selamat menikmati hari-hari di rumah!
Windy Indraswari

Speak Your Mind

*