Proses Perizinan Membuka Usaha

Anda ingin membuka sebuah usaha? Sebenarnya usaha apa saja yang memerlukan perizinan? Sebetulnya tidak hanya membuka usaha saja yang memerlukan perizinan, tapi banyak konsekuensi dari usaha tersebut yang memerlukan perizinan. Misalnya saja izin keramaian dan juga izin untuk memasang papan nama. Jadi proses perizinan membuka usaha ada langkah-langkah yang harus dilalui sampai sebuah izin tersebut bisa Anda miliki.

Dasar hukum untuk dasar dari permasalahan proses perizinan membuka usaha adalah Inpres No 5 Th 1984 tanggal 11 April 1984 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pengendalian Perizinan di Bidang Usaha. Aturan izin usaha ini dibuat karena memang sangat banyak keruwetan yang terjadi seputar pendirian badan usaha ini.

Untuk mendirikan sebuah usaha, tentunya kita memerlukan sebuah izin dari pemerintah setempat. Dalam prosesnya peizinan biasanya memakan waktu sekitar kurang lebih satu bulan, namun pada akhir-akhir ini proses perizinan membuka usaha semakin cepat. Proses perizinan dalam membuka usaha secara umum sebagai berikut :

1. Mengajukan permohonan rekomendasi kepada walikota/bupati , menggunakan syarat-syarat sebagai berikut :

Mengisi formulir dari surat rekomendasi yang berisi :

Data pemohon yang berisi : nama, pekerjaan, dan alamat calon pemilik usaha.

Data tanah : luas tanah (dalam meterpersegi), status tanah (tanah sertifikasi/akta jual, beli/sewa/kontrak), kondisi fisik (tanah ksoong/ada bangunan)serta kondisi tanah (sudah/belum dibangun), lokasinya  seperti  kelurahan dan kecamatan, alamat lengkap, jenis tanah ( darat/sawah)

2. Kelengkapan Berkas lainnya yang diperlukan:

  • • Foto kopi KTP
  • • Foto kopi tanda lunas PBB
  • • Foto kopi NPWP
  • • Jika berbadan usaha melampirkan Akte Pendirian Perusahaan
  • • Bukti kepemilikan tanah
  • • Gambar situasi
  • • IMB yang sudah ada bangunan/IMB lama
  • • Surat ijin tetangga diatas segel  Rp. 6000 diketahui Lurah dan Camat
  • • Surat kuasa apabila dikuasakan diatas materai Rp. 6000

3.  Mengajukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan cara mengisi formulir surat /Izin Mendirikan Bangunan yang ditujukan kepada walikota/bupati dengan Cq. Kepala dinas permukiman, disertai dengan persyaratan dokumen yang diperlukan

4. Mengajukan Permohonan Izin Gangguan

5. Mengisi formulir surat pernyataan kesanggupan mematuhi ketentuan teknis

6. Membuat Tanda Daftar Industri (TDI)

Setelah calon pemilik usaha memenuhi syarat-syarat tersebut, maka selanjutnya adalah calon pemilik mengajukan seluruh syarat permohonan pendirian usaha ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.

Biaya proses perizinan membuka usaha berbeda-beda, ditentukan oleh Pemda masing-masing wilayah. Ada tiga kelompok biaya untuk perizinannya. Biaya izin untuk kelompok usaha dengan modal sampai dengan Rp. 50 juta adalah Rp 75.000. Sedangkan untuk yang memiliki modal sampai dengan Rp. 200 juta adalah Rp. 150.000. Untuk modal diatas Rp 200 juta memerlukan biasaya sekitar Rp 300.000.

 

Speak Your Mind

*