RBoks – Erika Ratna
Nama: Erika Ratna Sulistianti
Tempat/Tgl Lahir: Bogor, 27 Agustus 1974
Alamat: Bukit Rivaria F2 No.3 Sawangan – Depok 16519
Telpon: 021-70244090
Website: www.rboks.com, www.bisnisbunda.com
Bisnis yang dijalankan saat ini:
Membuat aneka kemasan dengan label
“R-boks” : Boxes & Packaging.
d’BC Network (Director)
Mengapa memilih bisnis ini?
***********************
Saat ini kebutuhan akan kemasan/packaging yang baik dan menarik sangat dibutuhkan, baik untuk menunjang kebutuhan usaha/bisnis maupun pribadi.
Bisa diceritain, gimana cara memulai bisnis ini?
***********************
Saya sangat berminat dengan bidang handicraft.
Sebelumnya, beberapa tahun yang lalu saya pernah menjalankan usaha pembuatan kemasan berupa boks, tapi tidak fokus karena saya lebih sering membuat souvenir untuk pernikahan dari kertas daur ulang.
Awal tahun 2004 usaha ini sempat berhenti saat saya menikah dan kesibukan memiliki bayi.
‘Perkenalan’ saya dengan BIB pada pertengahan tahun ini membuat saya kembali bersemangat untuk menjalankan usaha ini lagi.
Kali ini saya memutuskan untuk focus pada pembuatan kemasan saja karena berdasarkan pengamatan ternyata sangat dibutuhkan dalam dunia usaha maupun kebutuhan pribadi.
Apa aja sih yang harus disiapkan untuk memulai bisnis ini?
***********************
- Niat dan semangat
- Selanjutnya tentu saja modal materiil dan pengetahuan mengenai packaging
- Untuk pesanan yang jumlahnya tidak terlalu banyak saya masih mengerjakan sendiri.
Sehingga harus menyiapkan peralatan dan perlengkapan untuk menunjang proses produksi, seperti penggaris, cutter, gunting, cutting mat, kuas untuk mengelem, dll.
- Untuk menghemat pengeluaran, saya juga memiliki rekanan untuk produksi sehingga tidak perlu menyediakan anggaran untuk gaji pegawai.
Saya hanya perlu menyerahkan contoh atau gambar desain kemasan yang saya buat berikut spesifikasi bahannya dan mengontrol kualitas produksinya.
- Memiliki rekanan untuk mengerjakan sablon atau cetak (bila dibutuhkan) pada kemasan yg saya produksi.
- Sebagian kemasan yang saya jual tidak saya produksi sendiri, tapi hasil jalan-jalan ‘hunting’ ke beberapa perajin/produsen.
Ini merupakan salah satu cara cepat dan hemat cost produksi untuk menambah variasi produk yang ditawarkan.
- Karena tidak (belum) memiliki toko/galeri, saya memilih untuk menjual melalui internet.
Alhamdulillah untuk membuat websitenya saya tidak perlu membayar fee design karena suami saya sendiri yang membuatnya
Bisa kasih gambaran, berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai?
***********************
- Kurang dari Rp 1.000.000,-
- Antara lain digunakan untuk membeli nama domain, membayar web hosting, buku-buku referensi mengenai packaging dan membeli produk-produk dari perajin di daerah.
Bagaimana cara menentukan profit margin dari bisnis ini?
***********************
- Pertama hitung dulu semua biaya produksi dari kemasan yang dibuat seperti biaya bahan, ongkos cetak (bila ada), ongkos kerja, biaya operasional, dll. Baru tentukan berapa harga jualnya.
Karena produk ini termasuk barang handicraft, sebenarnya agak sulit menentukan nilai secara prosentase.
Tapi berdasarkan pengamatan dan survey kecil-kecilan terhadap produk serupa di pasaran saya berusaha menerapkan harga jual yang bersaing, kalau bisa lebih murah dengan kualitas yang sama atau malah lebih baik.
Mahal atau murah menjadi relative, tergantung kondisi dan kemampuan konsumen.
- Saya juga membuat desain kemasan yang menyesuaikan dengan budget dan kebutuhan konsumen.
- Dalam menjalankan usaha ini saya berusaha mencari laba secukupnya, tidak berlebihan, sehingga mudah-mudahan harga dan kualitas tetap bersaing di pasaran.
Kesulitan atau tantangan apa yang harus dihadapi dalam menjalankan bisnis ini?
***********************
- Mengontrol kualitas produk, apalagi jika jumlahnya sangat banyak (ratusan).
Terkadang dgn masa produksi yang sempit, waktu untuk quality control akhir juga jadi terbatas.
Jadi untuk meminimalkan resiko, kualitas sudah mulai dijaga sejak awal proses pengerjaan, seperti saat membuat dan mengukur pola, pemotongan, pengeleman dan finishing.
Dan juga membuat dalam jumlah yg lebih untuk cadangan bila ada produk yang kurang baik.
- Menghadapi customer yang kurang menghargai nilai seni produk handicraft sehingga menawar dgn harga yang tidak masuk akal.
Padahal nilai skill yang terdapat didalamnya sangat sulit dinilai dengan harga tertentu.
- Tantangannya adalah dapat memenuhi keinginan customer untuk membuat kemasan yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan budget mereka serta selalu menyelesaikan pesanan tepat waktu.
Apa keuntungan yang dirasakan (selain laba tentunya)
dalam menjalankan bisnis ini?
***********************
- Mengasah kemampuan menjual,
- Melatih diri berkomunikasi dengan bermacam orang,
- Belajar manajemen waktu
- Memperluas networking.
Ada tips khusus tentang bagaimana membagi waktu
antara ngebisnis dan keluarga?
***********************
- Bagaimana pun prioritas utama adalah keluarga.
Sesuai komitmen awal dengan suami, mencari nafkah adalah tugas utama suami.
Kalau ingin mendapat “lebih” maka kita harus melakukan/mengerjakan sesuatu yang “lebih” juga, tanpa melupakan kewajiban masing-masing. Usaha ini saya jalankan dari rumah.
Sehingga waktu bersama anak dan kelurga tetap banyak.
Saya tidak terlalu sering pergi untuk urusan pekerjaan.
Bila sesekali harus pergi si kecil saya ajak.
Karena bisnis ini sebagian besar saya jalankan melalui internet,biasanya pagi setelah suami berangkat kerja serta membereskan urusan anak dan rumah, saya online memeriksa email serta meng-update website.
- Mengerjakan pesanan bisa saya lakukan sambil mengawasi anak.
Tetapi kalau anak sudah mulai merengek mengajak main atau minta ditemani maka saya harus rela meninggalkan urusan bisnis
Bagaimana cara memberikan nilai tambah pada bisnis ini,
untuk membedakan dari kompetitor sejenis?
***********************
- Berusaha membuat desain kemasan yang unik
- Memberi dan menjaga kualitas yang baik
- Memberi bonus kotak cantik untuk pembelian nilai tertentu atau
free design fee
Apa jenis promosi yang dipergunakan?
***********************
- Melalui milis dan dari mulut ke mulut karena lingkungan dekat sudah cukup banyak yang tahu dulu saya pernah menjalankan usaha serupa.
Apa yang menjadi target berikutnya dalam menjalankan bisnis ini?
***********************
- Menjadi produsen packaging untuk customer yang melakukan pemesanan rutin untuk kebutuhan produk mereka. Seperti restoran2 dan butik2 ternama (Amin…)
Lain-lain
***********************
- Contoh produk, daftar harga, pembelian dan pemesanan bisa lihat di www.rboks.com
- Pengalaman menarik:
Beberapa waktu yang lalu ada seorang customer yang memberi sketsa desain suatu kemasan parcel kue kering, dia minta dibuatkan penawaran harga berdasarkan sketsa/gambar tersebut.
Kira-kira seminggu kemudian ada customer lain yang datang menemui saya meminta penawaran harga dgn memberi gambar yang mirip dengan customer sebelumnya.
Saya agak terkejut dan kemudian tersenyum geli.
Saya yakin mereka tidak ada hubungannya sama sekali.
Kesimpulan saya, mereka bukan pembeli langsung
tapi hanya perantara yang kebetulan “bertemu” dengan saya.
Tentu saja keduanya saya beri harga yang sama.
Walaupun akhirnya sampai saat ini tidak satu pun yang memfollow-up penawaran saya…
- Yang paling penting :
berusaha konsisten dan
bertanggung jawab dengan apa yang dikerjakan.



