Rejeki

goodybagKemarin saya ditelpon oleh seorang teman, yang ternyata sedang dapat job menjadi EO sebuah pameran besar. Beliau menanyakan pada saya masalah simple. “Kalau bikin perlombaan anak-anak, makanannya apa sih Nad?”

Sebagai ibu yang sering pesen-pesen goody bags hehe, saya pun menganjurkan tips ini itu..ehh ujung-ujungnya, dia menawarkan pada saya, “Ya udah Nad, kerjain yaa?” Waahh Alhamdulillah, Rejeki nih hehe.

Saya ini punya sahabat partner bisnis yang sangat bertolak belakang –
sifat dan kepribadiannya dengan saya hehe. Namanya Wiwi ;-p
Saya bagian yang meledak-ledak, dan Wiwi yang bagian kalemnya ;-)
Saya bagian terima order dan “ngecap” hehe
Wiwi bagian produk dan quality control..
karena lebih penyabar hehe.

Saya pikir saat itu saya mau ambil sendiri ahh,
order 150 goody bags..
tapiii..haduuh, pikir-pikir saya nggak mungkin kuat ngerjain sendiri…
dan nggak tahu kenapa,
Kalau sama sahabat saya yang satu ini,
saya ikhlas kok berbagi rejeki ;-)

Saya pun mengajaknya langsung untuk menerima order ini.

Tawaran pertama, Rp 7500 per goody bags..
Haduuuh..pikir saya..
Cuma untung seribu perak doong ;-(
Saya tawar, Rp.9000 dehh..
Paling nggak, untungnya 150rb per orang…
yaa buat koneksi masuk ke pameran besar lah.

Saat teman saya yang EO belum memberi jawaban lagi,
Tercetus kata-kata ini pada Wiwi teman saya,
“Kapan ya Wi kita untungnya jutaan..cuman 150rb jee”…

Si kalem ini, dengan lembut berkata pada saya,
“Iya Nad..tapi seratus limapuluh ribu ini rejeki satu hari loh”

Degg..
Saya langsung Istighfar.
Duh maluu….Ya Allah saya kok tidak mensyukuri rejeki ya?
Saat itu langsung pasrah…
Yah kalau nggak jadi dapat order
karena barusan saya nggak bersyukur..
saya ikhlas.

Habis itu Istighfar lagi,
karena saya barusan berburuk sangka sama Allah ;-(

Satu jam kemudian saya dapat sms..

“Order 150 goodybags @10rb, deal?”

ha? Diatas harga yang saya tawarkan?

Saya hanya bisa tertunduk dalam sujud,
Mengucap syukur dikaruniai seorang sahabat
yang terus mengingatkan saya
Dan bersyukur betapa Allah memang sudah berjanji,
“Rejekimu sudah Aku atur”

Saya ceritakan pada suami,
dengan tersenyum,
Ia berkata sambil memeluk saya, “Kamu manusia banget sih”

;-)

Nadia M. Yuniardo
www.BundaInBiz.com

Leave a Response

Please note: comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.