Seluk-Beluk Mempekerjakan Karyawan Baru

 

Saat kita membuka peluang usaha baru, sangat terbuka kemungkinan bahwa kita perlu mempekerjakan karyawan. Kadang, mempekerjakan karyawan itu bisa disamakan dengan berinvestasi. Ketika berniat untuk mempekerjakan seseorang, maka Anda perlu meluangkan usaha ekstra untuk memasang iklan, merekrut, hingga melatih/men-training, terkadang perlu juga menyisihkan uang untuk mengikutsertakan karyawan dalam pelatihan tertentu, dan juga memberikan kepercayaan. Saat keseluruhan proses ini dilakukan secara semestinya, maka usaha yang dijalankan akan maju lebih cepat dibanding sebelumnya. Tapi jika salah langkah, maka kerugian membayang di depan mata. Tidak hanya hilangnya investasi yang sudah ditanamkan, namun lebih jauh juga bisa terlibat masalah ketenagakerjaan, yang bisa berujung ke masalah hukum yang membuat kerugian terbilang lebih besar.

Tahap pertama saat merekrut karyawan merupakan hal penting dan memiliki dampak yang serius terhadap perkembangan perusahaan atau bisnis. Selain dilakukan dengan memperhatikan aspek legal, tentu juga perlu memperhatikan etika. Jangan sampai upaya untuk mencari karyawan terbaik dilakukan melalui cara tak beretika dengan membajak karyawan perusahaan lain.

Hal-hal yang perlu menjadi pertimbangan saat melakukan rekrutmen adalah sebagai berikut:

  • Cari tahu cara beriklan yang efektif yang dimulai dari tahapan menulis iklan lowongan kerja. Sertakan detil yang diinginkan dari calon karyawan. Sebagai pelamar kerja, apakah pelamar harus mengirimkan surat lamaran dan riwayat hidup yang lengkap, atau cukup resume saja.
  • Bagaimana cara mewawancarai dan mengecek latar belakang si pelamar? Saat wawancara, Anda mesti tahu apa yang mesti ditanyakan, yang tidak perlu ditanyakan, dan bagaimana merencanakan wawancara itu. Agar terhindar dari gugatan karena dianggap mengabaikan prosedur perekrutan karyawan (misalnya ternyata pekerja itu ceroboh, menyebabkan kerugian atau kecelakaan pada orang lain), pastikan Anda cek lagi riwayat kerjanya, referensi, serta prestasi dan penghargaan yang pernah ia terima.
  • Penawaran kerja penting untuk dibuat. Apa yang Anda tawarkan sebagai pemberi kerja, apakah itu gaji bulanan maupun tunjangan lainnya, juga peraturan kerja, harus mendapat kesepakatan dengan calon karyawan. Tuliskan hitam di atas putih. Hal-hal yang berkaitan dengan dokumen pekerjaan ini harus diselesaikan sesegera mungkin agar karyawan baru merasa nyaman dengan pekerjaan yang akan dijalani.
  • Pastikan bahwa bisnis yang Anda kelola memang memerlukan bantuan karyawan baru. Untuk pekerjaan yang tidak rutin, mungkin bisnis Anda hanya perlu mempekerjakan karyawan freelance, atau meminta bantuan tetangga dan/atau saudara.
  • Untuk pekerjaan yang rutin dilakukan, dengan bisnis yang semakin berkembang, menuntut Anda untuk merekrut karyawan baru. Langkah ini merupakan langkah yang besar, karena mencakup tambahan pekerjaan untuk Anda sendiri sebagai pengelola bisnis atau pemilik perusahaan. Harus ada pembukuan gaji yang dibuat, data lembur jika perlu, pengelolaan uang makan, asuransi, pajak, dan sebagainya. Belum lagi harus mengawasi serta membina karyawan baru tersebut. Dengan demikian, secara otomatis Anda sebagai pengelola bisnis atau pemilik perusahaan menjadi subjek dari berbagai peraturan ketenagakerjaan.
  • Segera setelah memutuskan karyawan yang tepat sesuai dengan bidang kerja yang Anda perlukan, buatlah perincian tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Ini bisa terbantu jika Anda menyusun job description lebih dulu.

Mempekerjakan karyawan baru, memang bisa terasa ‘tricky‘ jika tidak menguasai permasalahannya. Untuk itu, maka seluk-beluk mempekerjakan karyawan baru betul-betul dipahami oleh calon pemberi kerja untuk pengembangan usaha yang optimal.

Speak Your Mind

*