Tips Menyikapi Karyawan Yang Sering Terlambat Datang

Telat atau terlambat merupakan salah satu penyakit karyawan yang sangat ditakuti pihak perusahaan. Keterlambatan bisa menyebabkan produktivitas menurun. Bila saat ini kita adalah pemilik perusahaan, bagaimana cara mengatasinya.

Beberapa tips menyikapi karyawan yang sering terlambat datang ini mungkin bisa membantu:

1. Menegur baik- baik
Lebih dahulu menggunakan kelembutan daripada kekerasan adalah cara pertama untuk menghadapi karyawan yang suka terlambat. Dari sin, kita bisa tahu apa masalah sebenarnya yang terjadi dengan pada karyawan tersebut. Misalnya rumah jauh, jam tak bisa berdering, hingga alasan macet.

2. Memperingatkan dengan cukup keras
Bisa juga disebut sebagai ancaman sekalipun tidak memakai fisik. Ancaman dimaksudkan untuk membuat karyawan jera.

3. Memberi surat peringatan
Bila dua cara di atas tidak mempan, maka tips menyikapi karyawan yang sering datang terlambat adalah dengan memberinnya surat peringatan secara langsung. Cara ini dilakukan bila keterlambatan karyawan tak bisa lagi ditolerir.

4. Membuat peraturan baru
Membuat peraturan baru tentang berapa lama maksimal keterlambatan juga bisa dijadikan peraturan baru. Atau, bisa juga dengan menetapkan standar, kerja kantoran biasanya 8 jam. Bila karyawan datang di atas jam tersebut, sebenarnya tak masalah selama masih 8 jam.

Yang tidak kalah penting dari keempat tips di atas, contoh dari atasan mungkin adalah jawaban yang paling tepat. Bila ingin karyawan kita disiplin waktu, maka kita sebagai bos juga harus disiplin dengan tidak datang terlambat. Ada kasus, seorang karyawan yang hobi datang terlambat tiba- tiba datang pagi buta. Setelah ditanya rekannya, ia mengatakan bahwa ia begitu malu karena sang atasan tak pernah menegurnya ketika ia telat. Sang atasan juga tak pernah absen untuk datang pagi melebihi karyawannya. Bila atasannya saja begitu, maka tak pantas bila karyawan tersebut berbuat semaunya sendiri.

Tips menyikapi karyawan yang sering terlambat datang bisa dipadatkan menjadi tiga macam, yaitu dengan sindiran melalui contoh konkret dari atasan, teguran halus, dan terakhir surat peringatan. Bila tak jua diindahkan, mungkin pemecatan adalah satu- satunya jalan untuk “mengingatkan” karyawan tersebut dan menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan akibat membayar karyawan yang tidak produktif.

Speak Your Mind

*